By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gangguan Mental Sering Tak Disadari, Ini 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai Anak Muda Menurut Dr. Tirta
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gangguan Mental Sering Tak Disadari, Ini 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai Anak Muda Menurut Dr. Tirta

Kesehatan

Gangguan Mental Sering Tak Disadari, Ini 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai Anak Muda Menurut Dr. Tirta

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Kesehatan mental sering kali tidak menunjukkan gejala yang langsung terlihat, berbeda dengan flu atau demam yang bisa langsung terasa. Gangguan mental bisa datang perlahan dan diam-diam, tanpa disadari penderitanya.

Contents
1. Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai2. Emosi Tidak Stabil3. Overthinking Sampai Menyebabkan Gejala Fisik4. Gangguan Tidur5. Menarik Diri dari Lingkungan SosialJangan Anggap Sepele, Minta Bantuan Bukan Tanda Lemah

Generasi muda saat ini hidup di tengah tekanan sosial, ekspektasi tinggi, dan paparan media digital yang nyaris tanpa jeda. Kondisi ini membuat mereka menjadi kelompok yang paling rentan terhadap gangguan mental.

Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.

Berikut beberapa ciri gangguan mental yang sering diabaikan, menurut dr. Tirta, yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai

Salah satu gejala awal gangguan mental adalah hilangnya minat atau semangat terhadap aktivitas yang dulu menyenangkan. Misalnya, jika kamu sebelumnya senang membuat konten, menggambar, menulis, atau bermain game, lalu tiba-tiba merasa malas atau terbebani, bisa jadi itu adalah tanda anhedonia.

Anhedonia merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan kebahagiaan dari aktivitas yang biasanya menyenangkan.

2. Emosi Tidak Stabil

Apakah kamu pernah tiba-tiba marah, lalu menyesal dalam waktu singkat? Atau merasa sedih dan menangis tanpa tahu sebabnya?

Emosi yang tidak stabil bukan sekadar “baper” atau “drama”. Ini bisa menjadi gejala dari gangguan kecemasan (anxiety) atau depresi. Ketidakstabilan emosi merupakan bentuk respons tubuh dan otak terhadap tekanan mental yang terus-menerus.

3. Overthinking Sampai Menyebabkan Gejala Fisik

Menurut dr. Tirta, banyak anak muda datang ke klinik dengan keluhan fisik seperti sesak napas, mual, pusing, atau jantung berdebar, namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan semuanya normal.

Baca Juga :

Jepang jadi Ketua Dewan Keamanan PBB, Intip Agenda Utamanya
Biodata dan Profil Azizah Salsha, Istri Pemain Sepak Bola Pratama Arhan

Ini adalah ciri dari psikosomatis, yaitu kondisi ketika tekanan psikologis memicu gejala fisik. Otak dan tubuh manusia sangat terhubung. Ketika kamu mengalami overthinking, tubuh bisa merespons seolah sedang dalam ancaman nyata.

4. Gangguan Tidur

Sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur cukup tetapi tetap merasa lelah keesokan harinya bisa menjadi tanda depresi ringan. Kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional. Pikiran yang kacau atau rasa cemas membuat otak tetap “menyala” meskipun tubuh sedang beristirahat.

5. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Jika kamu mendadak lebih suka menyendiri, menghindari keramaian, enggan membalas pesan, atau tidak lagi tertarik untuk bersosialisasi, itu bisa jadi gejala kelelahan emosional. Menarik diri merupakan bentuk mekanisme perlindungan diri yang sering dilakukan tanpa sadar. Namun, hal ini bisa memperburuk kondisi karena kamu kehilangan dukungan sosial (support system).

Jangan Anggap Sepele, Minta Bantuan Bukan Tanda Lemah

Jika kamu merasakan beberapa gejala di atas, penting untuk tidak mengabaikannya. Bicarakan dengan orang yang kamu percaya, atau segera konsultasikan ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

Seperti yang dikatakan dr. Tirta, mengenali tanda-tanda gangguan mental sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak Mudadr. TirtaGangguan Mental
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Program ‘An Hour With Me’ Bikin Belajar Bahasa Inggris Jadi Asyik!
Next Article Studi: Sebagian Besar Gen Z Merasa Bahagia, Tapi Hanya Sedikit yang Tahu Makna Hidupnya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index