By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Studi: Sebagian Besar Gen Z Merasa Bahagia, Tapi Hanya Sedikit yang Tahu Makna Hidupnya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Studi: Sebagian Besar Gen Z Merasa Bahagia, Tapi Hanya Sedikit yang Tahu Makna Hidupnya

LifeStyle

Studi: Sebagian Besar Gen Z Merasa Bahagia, Tapi Hanya Sedikit yang Tahu Makna Hidupnya

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Generasi Z (Gen Z), yaitu mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini mulai mendominasi kelompok usia remaja hingga dewasa muda. Di tengah gempuran media sosial, krisis iklim, dan tekanan ekonomi, muncul satu pertanyaan penting: seberapa bahagia sebenarnya Gen Z hari ini?

Contents
2. Hanya Sedikit yang Merasa Hidupnya Bermakna3. Tidur Berkualitas Juga Pengaruhi Tingkat Bahagia4. Gen Z Lebih Rentan Dibanding Generasi Sebelumnya

Sebuah survei terbaru dari Walton Family Foundation yang dirilis melalui Gallup News mengungkapkan bahwa 75 persen Gen Z di Amerika Serikat merasa bahagia, dengan rincian 25 persen merasa sangat bahagia dan 48 persen lainnya cukup bahagia. Namun, sekitar 9 persen menyatakan sangat tidak bahagia.

Apa saja faktor yang memengaruhi tingkat kebahagiaan generasi ini? Berikut rangkuman dari beberapa temuan penting:

1. Aktivitas yang Bermakna Jadi Sumber Kebahagiaan

Bagi Gen Z, kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal material, melainkan dari aktivitas harian yang terasa bermakna, seperti belajar atau bekerja.

Menurut survei, 60 persen Gen Z yang merasa bahagia mengatakan mereka melakukan aktivitas yang menarik setiap hari, sementara hanya 28 persen dari kelompok yang tidak bahagia yang merasakan hal serupa.

Tak hanya itu, 64 persen Gen Z yang bahagia menilai aktivitas sekolah atau pekerjaan mereka penting, jauh lebih tinggi dibanding 38 persen dari kelompok yang tidak bahagia.

“Tingkat kebahagiaan seseorang dipengaruhi oleh rasa antusias saat bangun pagi dan keyakinan bahwa aktivitasnya bermakna,” ujar Zach Hrynowski, peneliti senior Gallup, dikutip dari CNN Health.***


2. Hanya Sedikit yang Merasa Hidupnya Bermakna

Meskipun mayoritas Gen Z merasa bahagia, hanya 45 persen yang mengaku hidupnya selalu terasa bermakna, dan bahkan hanya 28 persen yang merasa memiliki tujuan hidup yang jelas.

Psikolog klinis asal Kentucky, Dr. Broderick Sawyer, mengatakan bahwa fase perkembangan usia muda seharusnya memberikan arah dan makna hidup, bukan sekadar mengikuti tekanan sosial atau harapan dari orang lain.

Baca Juga :

Dokter Tipu Peserta Ujian Seleksi PPDS di Universitas Sumatera Utara, Janjikan Lulus Bayar Rp 300 Juta
Perhatikan Waktu Cuci Tangan dan Hand Sanitizer yang Tepat, Bisa Jauhkan dari Penyakit Infeksi

“Anak muda butuh diyakinkan bahwa hidup mereka punya tujuan yang lebih dari sekadar rutinitas dan ekspektasi luar,” ujarnya.

3. Tidur Berkualitas Juga Pengaruhi Tingkat Bahagia

Survei ini juga menemukan bahwa kualitas tidur dan waktu istirahat sangat memengaruhi kebahagiaan Gen Z. Waktu tidur di akhir pekan dan waktu relaksasi punya korelasi kuat dengan suasana hati dan tingkat stres.

Dr. Rachel Salas dari Johns Hopkins University menjelaskan bahwa kurang tidur bisa berdampak negatif terhadap mood, fokus, dan hubungan sosial.

Beberapa tips dari Dr. Salas agar tidur lebih berkualitas:

  • Matikan perangkat elektronik setidaknya 1 jam sebelum tidur
  • Hindari membawa ponsel ke tempat tidur
  • Batasi waktu layar
  • Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten

4. Gen Z Lebih Rentan Dibanding Generasi Sebelumnya

Analisis dari CNN Health menunjukkan bahwa Gen Z—usia 18 hingga 26 tahun—menilai hidup mereka secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya pada usia yang sama.

Faktor pemicunya meliputi:

  • Tekanan sosial yang intens
  • Ketidakpastian ekonomi
  • Krisis iklim
  • Tuntutan untuk selalu tampil sempurna di dunia digital

Namun, studi juga menunjukkan bahwa saat Gen Z bisa menemukan makna dalam aktivitas mereka, serta menjaga keseimbangan fisik dan mental lewat istirahat yang cukup, tingkat kebahagiaan mereka meningkat secara signifikan.

Gen Z saat ini menghadapi tantangan besar, namun mereka juga punya peluang untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar diri dan reflektif. Menemukan makna, menjaga rutinitas yang sehat, dan istirahat cukup adalah kunci untuk mempertahankan kebahagiaan di era penuh tekanan ini.

Jadi, kalau kamu Gen Z dan sedang merasa tertekan, mungkin saatnya evaluasi ulang: apakah aktivitas harianmu sudah bermakna? Sudah cukup istirahat? Dan, apakah kamu merasa hidupmu punya arah?***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Bahagiagen z
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gangguan Mental Sering Tak Disadari, Ini 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai Anak Muda Menurut Dr. Tirta
Next Article Prompt Engineer, Peluang Karier Baru di Era AI yang Tak Perlu Jago Coding
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index