INVERSI.ID – Generasi Z atau Gen Z, yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, memiliki akses tak terbatas terhadap informasi, hiburan, hingga layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan, khususnya dalam mengelola keuangan pribadi di tengah budaya konsumtif dan tekanan sosial seperti FOMO (fear of missing out).
Di era serba instan ini, penting bagi Gen Z, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk membekali diri dengan literasi keuangan sejak dini. Pengetahuan ini bukan hanya berguna untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai pondasi menuju kemandirian finansial jangka panjang.
Berdasarkan informasi dari akun edukasi keuangan @sikapiuangmu, berikut adalah tiga keterampilan finansial dasar yang sebaiknya dikuasai Gen Z:
1. Mampu Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Langkah pertama dalam mengelola uang adalah memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup hal-hal esensial seperti biaya pendidikan, makanan pokok, dan transportasi. Sementara itu, keinginan bisa berupa ngopi kekinian tiap hari, membeli item game, atau langganan streaming yang jarang digunakan.
Bukan berarti Gen Z tak boleh menikmati hiburan, tetapi penting untuk menyadari skala prioritas. Kesadaran ini akan mencegah pengeluaran impulsif dan membantu membentuk kebiasaan finansial yang sehat.
2. Menyusun Anggaran dan Mencatat Pengeluaran
Kemampuan membuat anggaran dan mencatat pengeluaran adalah kunci untuk menjaga keuangan tetap stabil. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah aturan 10/20/30/40, yaitu:
- 10% untuk kegiatan sosial
- 20% untuk tabungan atau investasi
- 30% untuk kewajiban (cicilan, utang)
- 40% untuk kebutuhan pokok
Pencatatan bisa dilakukan lewat aplikasi gratis, spreadsheet di laptop, atau bahkan catatan manual di ponsel. Yang penting adalah konsistensi. Dengan catatan pengeluaran yang rapi, Gen Z dapat mengevaluasi kebiasaan belanjanya dan mengatur ulang prioritas jika diperlukan.
3. Menetapkan Tujuan Keuangan Sejak Dini
Gen Z juga perlu memiliki target finansial yang jelas, sekecil apa pun itu. Contohnya seperti menabung untuk membeli laptop, menyiapkan dana darurat, atau membiayai liburan sendiri tanpa utang.
Target finansial ini bisa dikategorikan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk membantu mencapainya, Gen Z dapat memanfaatkan produk perbankan ramah pelajar seperti SimPel (Simpanan Pelajar) atau SIMUDA (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda).
Mengapa Melek Finansial Itu Penting untuk Gen Z?
Menguasai keterampilan dasar literasi keuangan tidak hanya membantu Gen Z menghindari masalah keuangan, tetapi juga memberi kontrol lebih besar atas masa depan. Dengan kebiasaan finansial yang baik sejak muda, Gen Z dapat membangun kehidupan yang lebih stabil dan mandiri di masa depan.***