Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 28 Oktober 2025, diprediksi mengalami rebound setelah sempat melemah akibat tekanan eksternal. Menurut laporan dari Bisnis.com, IHSG berpeluang menguat ke level 8.150–8.268, didorong oleh sentimen teknikal dan potensi aksi beli investor domestik. Meski investor asing masih mencatatkan net sell, jumlahnya mulai menurun, membuka peluang pemulihan indeks menjelang akhir tahun.
Analis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG memiliki peluang untuk rebound ke kisaran 8.150–8.268. Level support berada di 8.100, sementara resistance jangka pendek di 8.268. Pergerakan ini didorong oleh:
- Potensi technical rebound setelah koreksi
- Penurunan tekanan jual dari investor asing
- Optimisme menjelang laporan keuangan kuartal III
- Sentimen positif dari sektor teknologi dan energi
Namun, investor tetap disarankan untuk berhati-hati terhadap volatilitas yang dipicu oleh faktor eksternal seperti suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik.
Berikut adalah saham-saham yang direkomendasikan oleh analis untuk perdagangan hari ini:
1. ASSA (PT Adi Sarana Armada Tbk.)
- Sektor: Transportasi dan logistik
- Potensi teknikal: Rebound dari support kuat
- Sentimen: Kinerja logistik yang stabil dan ekspansi digital
2. GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.)
- Sektor: Teknologi dan e-commerce
- Potensi teknikal: Oversold, peluang reversal
- Sentimen: Optimisme terhadap monetisasi layanan dan efisiensi operasional
3. HRUM (PT Harum Energy Tbk.)
- Sektor: Energi dan pertambangan
- Potensi teknikal: Breakout dari pola konsolidasi
- Sentimen: Harga batu bara global dan ekspansi ke energi hijau
Baca Juga : https://inversi.id/5-alasan-investasi-saham-cocok-banget-untuk-gen-z/
IHSG hari ini masih dibayangi oleh beberapa faktor global:
- Suku bunga tinggi dari The Fed: Menekan aliran dana asing ke pasar negara berkembang
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur: Meningkatkan risiko pasar
- Perubahan aturan free float MSCI: Menyebabkan tekanan pada saham-saham besar seperti BREN, BRPT, dan AMMN
Meski demikian, arus modal asing mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, dengan net buy tercatat pada saham-saham seperti BBCA, BRMS, dan CUAN.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat melemah 0,27% ke level 8.095,54. Saham-saham seperti BREN, BRPT, dan AMMN menjadi penekan utama indeks. Namun, analis tetap optimis bahwa rebound teknikal bisa terjadi sepanjang hari, terutama jika sektor teknologi dan energi menunjukkan penguatan.
IHSG pada 28 Oktober 2025 menunjukkan peluang rebound yang menarik, meski tekanan eksternal masih membayangi. Investor disarankan untuk fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan potensi teknikal yang mendukung, seperti ASSA, GOTO, dan HRUM.
Dengan strategi yang tepat dan disiplin dalam manajemen risiko, hari ini bisa menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan portofolio menjelang akhir tahun.