By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Pemerintah Kerahkan Truk BBM Pertamina dan Alat Berat, Kementerian PU, dan Kemenhub untuk Memulihkan Wilayah Terisolasi di Aceh Tamiang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pemerintah Kerahkan Truk BBM Pertamina dan Alat Berat, Kementerian PU, dan Kemenhub untuk Memulihkan Wilayah Terisolasi di Aceh Tamiang

Ekonomi

Pemerintah Kerahkan Truk BBM Pertamina dan Alat Berat, Kementerian PU, dan Kemenhub untuk Memulihkan Wilayah Terisolasi di Aceh Tamiang

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Sejumlah kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan telah bergerak dari Medan ke wilayah terisolir pasca banjir, Aceh Tamiang. (1/12/2025). (Foto : Instagram/Sekretariat Kabinet)
Sejumlah kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan telah bergerak dari Medan ke wilayah terisolir pasca banjir, Aceh Tamiang. (1/12/2025). (Foto : Instagram/Sekretariat Kabinet)
SHARE

Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang mulai menunjukkan perkembangan setelah sejumlah akses darat yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dilalui kembali. Pemerintah segera merespons dengan mengerahkan armada truk pengangkut Bahan Bakar Minyak, alat berat, serta kendaraan logistik dari berbagai instansi untuk mempercepat pemulihan wilayah yang masih terisolasi.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan video di akun resmi @sekretariat.kabinet, menyampaikan bahwa konvoi kendaraan bantuan sudah bergerak dari Medan menuju Aceh Tamiang. Dalam video tersebut terlihat deretan truk BBM, truk logistik, dan kendaraan berat melintas di jalan yang masih digenangi air.

“Dorongan BBM dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang,” tulis Sekretariat Kabinet.

Teddy menegaskan bahwa pembukaan kembali akses darat merupakan prioritas utama pemerintah, mengingat jalur tersebut adalah rute vital untuk menyalurkan bantuan, peralatan, serta tenaga evakuasi. Tanpa jalur yang dapat dilalui, pasokan logistik dan pendukung kehidupan masyarakat akan terhambat.

“Pemulihan akses jalur darat sedang dan terus dilakukan sehingga seiring waktu kondisi jalan akan lebih baik dan semakin bisa dilalui,” ujar Teddy.

Pengerahan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dilakukan untuk mempercepat pembersihan material longsor, penimbunan jalan ambles, serta perbaikan jembatan darurat. Pemerintah juga melibatkan Kementerian Perhubungan dalam memastikan mobilitas bantuan berjalan lancar, terutama pada jalur-jalur alternatif yang dapat digunakan setelah jalur utama lumpuh. Dari sektor energi, Pertamina mengalokasikan tambahan truk BBM dan LPG untuk menjamin kebutuhan masyarakat dan operasional alat berat di lapangan.

Baca Juga : https://inversi.id/pertamina-patra-niaga-sumbagut-salurkan-bantuan-kemanusiaan-untuk-warga-terdampak-banjir-di-ulakan-tapakis/

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dalam rangkaian banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hampir seluruh jalur utama di provinsi tersebut terputus total, termasuk akses perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang. Jalur lain seperti Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, dan Bener Meriah–Bireuen juga mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan warga terisolasi selama beberapa hari sebelum tim gabungan berhasil menjangkau lokasi-lokasi terdampak.

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban meninggal dunia di Aceh mencapai 156 jiwa dengan 181 orang lainnya masih hilang. Data tersebut mencakup laporan dari berbagai kabupaten dan kota seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Peningkatan jumlah korban hilang dipicu oleh laporan tambahan dari masyarakat seiring sejumlah wilayah mulai dapat dijangkau petugas.

Baca Juga :

Fakta-fakta Wanita Lahirkan Bayi Sendiri di Mushola Depok, Diduga Tuna Wisma
Sarankan WFH Atasi Kualitas Udara, KPAI: Anak-anak Tidak Sekuat Orang Dewasa

Selain korban jiwa, jumlah pengungsi juga meningkat drastis. BNPB mencatat sebanyak 479.300 warga mengungsi ke berbagai titik penampungan sementara. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai 107.305 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya skala dampak bencana dan urgensi percepatan penyaluran bantuan.

Dengan akses darat yang perlahan mulai terbuka, pemerintah kini fokus memastikan arus distribusi logistik dapat kembali berjalan normal. Selain BBM dan LPG, pemerintah mengirimkan kebutuhan pokok, obat-obatan, tenda darurat, serta layanan kesehatan bergerak. Tim SAR gabungan, relawan, dan aparat turut berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi serta memastikan jalur yang terbuka tetap aman untuk dilalui.

Pemerintah menyampaikan bahwa upaya pemulihan tidak berhenti pada pembukaan jalan, tetapi juga mencakup perbaikan jangka panjang yang diperlukan agar akses antarwilayah lebih tahan terhadap bencana di masa mendatang. Hingga seluruh jalur utama kembali normal, pemerintah akan terus memobilisasi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara guna menjangkau seluruh warga yang terdampak banjir di Aceh Tamiang dan wilayah lainnya di Sumatera.

Baca Juga : https://inversi.id/kementerian-esdm-bpma-dan-medco-ep-perkuat-respons-kemanusiaan-bagi-warga-aceh-yang-terdampak-banjir/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Aceh TamiangBantuanbbmKemenhubKementerian PUPertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Rabu (3/12/2025). (Foto : ANTARA/Anita Permata Dewi). Menko PMK Pratikno Tekankan Pemerintah Bekerja Maksimal Tangani Bencana di Sumatera
Next Article Satuan K-9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri membantu proses pencarian korban bencana alam di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (1/12/2025). (Foto : Baharkam Polri) Polri Kerahkan Satuan K-9 Ditpolsatwa untuk Percepat Pencarian Korban Banjir di Sumatera Utara
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index