By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Menkeu Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat Tipis akibat Dampak Bencana di Sumatera
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menkeu Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat Tipis akibat Dampak Bencana di Sumatera

Ekonomi

Menkeu Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat Tipis akibat Dampak Bencana di Sumatera

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto : Antara Foto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto : Antara Foto)
SHARE

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan adanya perlambatan ringan pada pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025 sebagai konsekuensi dari bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski demikian, ia memastikan bahwa dampaknya tidak signifikan dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap berada di atas level 5,5 persen.

Sebelumnya, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV dapat mencapai 5,6 hingga 5,7 persen, seiring tekanan ekonomi yang dinilai sudah mulai mereda dan tren pemulihan yang menguat. Namun, bencana besar yang terjadi di tiga provinsi membuat Kementerian Keuangan harus menyesuaikan proyeksi tersebut.

“Kemungkinan selalu ada dampak bencana ke pertumbuhan ekonomi. Cuma berapa persen? Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi ekonomi dan sektor keuangan secara ketat. Ia juga menyatakan kesiapan untuk melakukan langkah stimulus apabila diperlukan guna menjaga stabilitas. Salah satu bentuk intervensi yang disiapkan adalah injeksi dana ke sektor perbankan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga.

“Kalau masih dianggap kurang, saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” katanya. Kebijakan tersebut pernah diterapkan dalam kondisi tertentu sebelumnya dan terbukti efektif dalam menopang perputaran ekonomi.

Baca Juga : https://inversi.id/menkeu-purbaya-ancam-pecat-pegawai-bea-cukai-yang-nongkrong-di-starbucks-teguran-keras-untuk-reformasi-birokrasi/

Selain menjaga stabilitas sektor finansial, pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) apabila dana yang tersedia tidak cukup untuk menangani situasi darurat. Menurut Purbaya, BNPB saat ini masih memiliki dana siap pakai (DSP) yang dapat digunakan untuk operasional tanggap darurat.

“Di BNPB masih ada sekitar Rp500 miliar lebih dana yang siap untuk dipakai,” ujarnya dalam kesempatan sebelumnya.

Tetapi melihat skala bencana yang meluas hingga mencakup tiga provinsi, Purbaya tidak menutup kemungkinan perlunya penambahan anggaran untuk operasi darurat maupun rehabilitasi pascabencana. Ia menyebut mekanisme Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dapat diaktifkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :

Jadwal Tayang, Sinopsis dan Daftar Pemain Film Godzilla x Kong: The New Empire
Ledakan Jumlah Pengguna ChatGPT, Mayoritas Anak Muda

“Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa kapasitas fiskal negara cukup kuat untuk menanggung biaya penanganan bencana, termasuk dukungan untuk pemulihan infrastruktur, bantuan sosial, serta perlindungan bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, pos darurat bencana dalam APBN telah disiapkan secara memadai sebagai bagian dari manajemen risiko fiskal. Oleh karena itu, ia meminta BNPB untuk tidak ragu mengajukan penambahan anggaran apabila dana operasional mulai menipis.

“Jika BNPB membutuhkan, kami langsung proses pencairan dana ABT sesuai mekanisme,” tambahnya.

Lebih jauh, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara pengendalian fiskal dan kebutuhan mendesak penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa belanja negara harus tetap adaptif dalam menghadapi situasi luar biasa seperti bencana besar, tanpa mengganggu stabilitas ekonomi jangka panjang. Menurutnya, kecepatan intervensi pemerintah menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak ekonomi di daerah terdampak serta mencegah penurunan aktivitas ekonomi nasional secara lebih luas.

Di sisi lain, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk melakukan asesmen kerusakan serta menentukan prioritas pemulihan ekonomi. Langkah-langkah ini mencakup perbaikan infrastruktur transportasi, pemulihan pusat ekonomi lokal, serta dukungan terhadap masyarakat melalui bantuan sosial dan program perlindungan.

Dengan pendekatan fiskal yang fleksibel dan responsif, pemerintah berharap perlambatan ekonomi nasional akibat bencana di Sumatera dapat diminimalkan. Purbaya menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi tetap terjaga, sementara pemulihan di daerah terdampak menjadi prioritas utama untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali pulih.

Melalui kombinasi mitigasi fiskal, dukungan anggaran darurat, dan stimulus sektor keuangan, pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tetap solid.

“Saya pikir angka pertumbuhan masih akan di atas 5,5 persen,” tuturnya, menegaskan optimisme bahwa ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan di tengah tantangan bencana alam berskala besar.

Baca Juga : https://inversi.id/menkeu-purbaya-tegaskan-penjual-thrifting-ilegal-akan-ditindak/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:EkonomiMenkeuPurbaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga saat mengunjungi tempat pengungsian korban banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). (Foto : Antara Foto) Wapres Gibran Tenangkan Korban Banjir Bandang di Agam: Warga Sumatera Tidak Sendiri
Next Article Sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Foto : ANTARA FOTO/Yudi Manar) Kemenhut dan Polri Bentuk Tim Investigasi Asal Kayu Terseret Pasca Banjir Bandang di Sumatera
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index