By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kemenhut dan Polri Bentuk Tim Investigasi Asal Kayu Terseret Pasca Banjir Bandang di Sumatera
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kemenhut dan Polri Bentuk Tim Investigasi Asal Kayu Terseret Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Terkini

Kemenhut dan Polri Bentuk Tim Investigasi Asal Kayu Terseret Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Foto : ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Foto : ANTARA FOTO/Yudi Manar)
SHARE

Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama Kepolisian Republik Indonesia membentuk tim investigasi untuk menelusuri asal-usul gelondongan kayu yang terseret dalam banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera. Pembentukan tim ini menjadi tindak lanjut dari memorandum of understanding antara kedua lembaga terkait sinergi tugas dalam penegakan hukum dan pengelolaan kehutanan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Kamis, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa langkah investigasi dilakukan sebagai respons atas maraknya temuan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir. Menurutnya, kayu-kayu tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait aktivitas pembalakan liar dan potensi pelanggaran hukum di daerah aliran sungai.

“Sebagai tindak lanjut MoU dengan Kepolisian RI, dibentuk tim kerja sama untuk melakukan investigasi asal usul kayu-kayu yang terseret banjir tersebut,” ujar Raja Antoni.

Ia menjelaskan bahwa instruksi untuk bergerak cepat juga telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, bersama Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.

“Kemarin Pak Menko Pratikno berserta Pak Mensesneg dan Seskab juga sudah menginstruksikan agar Satgas PKH bergerak. MoU kami dengan Kepolisian RI akan diintegrasikan dengan PKH untuk sesegera mungkin membuktikan atau menemukan asal usul kayu tersebut,” jelasnya.

Raja Antoni menegaskan bahwa jika investigasi menemukan unsur pidana, pemerintah tidak akan ragu menindak pelaku sesuai ketentuan hukum.

“Bila ditemukan ada unsur pidana maka kami tindaklanjuti dengan proses penegakan hukum setegas-tegasnya,” tegasnya.

Untuk mendukung kerja investigatif, Kemenhut telah melakukan penyusuran sungai menggunakan drone guna memantau jalur daerah aliran sungai yang terdampak. Pemanfaatan teknologi ini dinilai efektif untuk mengidentifikasi sumber kayu dan mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas ilegal di sekitar kawasan hutan yang dilintasi oleh aliran banjir.

Selain drone, Kemenhut juga menggunakan aplikasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis atau AIKO. Teknologi ini mampu melakukan analisis jenis kayu, karakter visualnya, serta mendeteksi tanda-tanda intervensi manusia seperti bekas tebasan atau pemotongan. Raja Antoni menjelaskan bahwa hasil analisis tersebut akan menjadi bagian integral dari proses investigasi lintas kementerian dan kepolisian.

Baca Juga :

Buah Bekas Kelelawar Berisiko Tularkan Virus Nipah ke Anak
Malam Puncak HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tari India Memukau Warga Nusaloka Tangsel

“Data ini menjadi salah satu bagian investigasi yang akan kami tindaklanjuti bersama Polri dan Satgas PKH. Sekali lagi, untuk membuka kepada publik sejujur-jujurnya, setransparansi mungkin dari mana kayu ini berasal,” katanya.

Ia menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam mengungkap penyebab banjir, termasuk potensi keterlibatan pihak tertentu yang mungkin melakukan aktivitas merusak lingkungan. Dalam kesempatan sebelumnya, Kemenhut juga mengindikasikan bahwa sejumlah subjek hukum telah teridentifikasi sebagai pihak yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan yang memperparah dampak banjir.

Pembentukan tim investigasi ini disambut baik anggota Komisi IV DPR yang hadir dalam rapat tersebut. Dukungan itu ditujukan untuk memperkuat tata kelola kawasan hutan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak berulang di masa depan. Legislator menilai bahwa banjir di Sumatera bukan hanya bencana alam semata, tetapi juga menggambarkan akumulasi persoalan lingkungan yang perlu ditangani secara sistematis.

Lebih jauh, Kemenhut berharap bahwa hasil investigasi dapat menjadi dasar kebijakan untuk memulihkan kawasan hutan serta memperketat pengawasan terhadap kegiatan di sekitar daerah aliran sungai. Penegakan hukum yang tegas, kata Raja Antoni, menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada lagi eksploitasi hutan yang menimbulkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Dengan koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Kepolisian RI, Satgas PKH, serta dukungan DPR, pemerintah menargetkan hasil investigasi dapat segera disampaikan kepada publik. Upaya ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah dalam menghadapi persoalan lingkungan secara transparan dan akuntabel, serta mengambil langkah korektif yang diperlukan untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
TAGGED:BanjirInvestigasiKayuKemenhutPolriSumatera
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto : Antara Foto) Menkeu Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat Tipis akibat Dampak Bencana di Sumatera
Next Article Kepercayaan Publik ke Prabowo Naik-Turun! Ini Peringatan Keras Burhanuddin Muhtadi
3 Comments
  • Pingback: Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan sebagai Respons atas Kerusakan Lingkungan Pemicu Bencana di Sumatera - inversiid
  • Pingback: Menhut Siapkan Pencabutan 20 Izin PBPH, Termasuk di Kawasan Terdampak Banjir Sumatera - inversiid
  • Pingback: Kemenhut Identifikasi 12 Perusahaan yang Diduga Berkontribusi Memicu Banjir Sumatera - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

6 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

6 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index