By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kepercayaan Publik ke Prabowo Naik-Turun! Ini Peringatan Keras Burhanuddin Muhtadi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kepercayaan Publik ke Prabowo Naik-Turun! Ini Peringatan Keras Burhanuddin Muhtadi

Politik

Kepercayaan Publik ke Prabowo Naik-Turun! Ini Peringatan Keras Burhanuddin Muhtadi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto, menurut Indikator Politik Indonesia mengalami tingkat kepercayaan publik yang naik turun sejak Agustus-Oktober 2025. (Foto, Antara)
SHARE

JAKARTA —
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, membeberkan dinamika naik-turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam tiga bulan terakhir (Agustus–September–Oktober). Menurutnya, fluktuasi ini bukan sekadar angka survei, tetapi cerminan langsung dari kondisi sosial yang sempat memanas.

“Survei akhir Oktober menunjukkan ada pemulihan dibanding akhir Agustus atau awal September, ketika ratusan daerah dilanda aksi unjuk rasa besar-besaran,” ujar di Podcast BeBas Politik yang tayang 27 November lalu. Pada periode itu, hanya 40% public yang menilai kondisi keamanan membaik. Angka tersebut naik menjadi 56% pada Oktober, menandakan negara mulai kembali ‘mengendalikan situasi’.

Prof. Burhanuddin menegaskan, pemulihan ini tidak terlepas dari strategi pemerintah menggulirkan bansos pangan dan BLT kepada jutaan warga setelah gelombang demonstrasi. Langkah populis tersebut terbukti mengangkat kembali tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo, yang kini berada di angka 77%. Namun, angka itu masih di bawah capaian masa 100 hari pemerintahan yang sempat menembus 81%. “Ada rebound, tapi belum kembali ke puncaknya,” jelasnya.

Meski tingkat kepuasan tinggi, elektabilitas Prabowo justru tidak sejalan. Jika pemilu dilakukan hari ini, Prabowo hanya mendapat, 46,7% suara. Artinya ada gap 30% antara masyarakat yang puas dan yang benar-benar ingin memilih kembali Prabowo. Burhanuddin menyebut fenomena ini sebagai “Prabowo satisfied non-voters” — publik yang puas, namun tidak memilih.

Faktor penyebabnya kompleks: mulai dari penilaian terhadap kinerja ekonomi, preferensi psikologis, hingga gaya komunikasi pemimpin. “Pak Prabowo fokus pada diplomasi global dan isu makro. Namun sebagian publik merindukan sosok yang lebih dekat dan membumi,” ujarnya, merujuk pada naiknya elektabilitas figur seperti Dedi Mulyadi, terutama di Jawa Barat dan daerah berpopulasi Sunda.

Menurut Prof. Burhanuddin, bila pemerintah ingin menstabilkan sekaligus mengembalikan puncak kepercayaan publik seperti awal masa pemerintahan, diperlukan perbaikan di sektor-sektor struktural, bukan sekadar kebijakan populis. Bencana Pulau Sumatera bisa menjadi momen perbaikan kepercayaan kepada Prabowo melalui langkah-Langkah yang fokus terhadap pemulihan kondisi social serta ekonomi Aceh, Sumut, dan Sumbar, lalu ekonomi nasional, peningkatan kesejahteraan, serta strategi komunikasi yang lebih dekat dengan publik menjadi kunci. “Hasil survei Oktober memang menunjukkan pemulihan. Tapi pemulihan itu bisa saja sementara. Pemerintah tidak bisa terlena,” tegasnya.

Di sisi lain, Prof. Burhanuddin menegaskan jurang antara tingkat kepuasan publik dan elektabilitas Prabowo tidak boleh dianggap sepele. Fenomena kepuasan tinggi namun elektabilitas turun menunjukkan adanya persoalan serius terkait keterhubungan emosional (affective connection) antara Presiden dan masyarakat.

“Ada publik yang puas dengan stabilitas, tetapi belum merasa ‘terwakili’ atau dekat oleh gaya komunikasi Presiden,” jelasnya. Publik Indonesia, menurut penelitian Indikator, memiliki kecenderungan menilai pemimpin tidak hanya dari performa, tetapi juga kedekatan personal, gestur empati, dan intensitas hadir di tengah rakyat.

Dalam konteks inilah kenaikan elektabilitas tokoh seperti Dedi Mulyadi menjadi relevan. Dedi, yang dikenal tampil apa adanya, gemar blusukan, dan aktif berdialog langsung di ruang publik, berhasil menarik simpati pemilih di Jawa Barat, Banten, hingga DKI Jakarta — termasuk sebagian pemilih Jokowi yang sebelumnya mendukung Prabowo.

Baca Juga :

Erick Thohir Lepas 78 Ribu Pemudik Gratis Bersama BUMN di Gelora Bung Karno
5 Tips Atasi Kelelahan Usai Mudik, Kembali Produktif!

“Ada ruang kosong dalam aspek komunikasi publik, dan Dedi Mulyadi berhasil mengisinya,” ujar Prof. Burhanuddin. Meski secara nasional Prabowo masih unggul jauh, tren pergerakannya tidak boleh diabaikan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
TAGGED:Burhanuddin MuhtadiPresiden Prabowo SubiantoSurvei Indikator Politik Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Foto : ANTARA FOTO/Yudi Manar) Kemenhut dan Polri Bentuk Tim Investigasi Asal Kayu Terseret Pasca Banjir Bandang di Sumatera
Next Article Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) saat meninjau penyaluran BLT Kesra, di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto : ANTARA/Aria Ananda) Penyaluran BLT Kesra Capai 26,2 Juta Penerima, Pemerintah Pastikan Rampung pada Desember
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index