By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan sebagai Respons atas Kerusakan Lingkungan Pemicu Bencana di Sumatera
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan sebagai Respons atas Kerusakan Lingkungan Pemicu Bencana di Sumatera

Politik

Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan sebagai Respons atas Kerusakan Lingkungan Pemicu Bencana di Sumatera

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Kamis (4/12/2025). (Foto : Screenshot DPR RI)
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Kamis (4/12/2025). (Foto : Screenshot DPR RI)
SHARE

Jakarta – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat sepakat membentuk Panitia Kerja Alih Fungsi Lahan sebagai tindak lanjut atas pembahasan mengenai kerusakan hutan dan perubahan tata guna lahan yang diduga memperparah dampak banjir bandang di sejumlah wilayah di Sumatera. Keputusan tersebut diambil dalam rapat kerja bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menjelaskan bahwa pembentukan panja diperlukan untuk merumuskan batasan dan ketentuan mengenai pemanfaatan lahan hutan, serta meninjau ulang kebijakan yang selama ini membuka ruang terjadinya alih fungsi secara tidak terkendali. Ia menekankan bahwa kerusakan lingkungan yang terlihat sekarang bukanlah kejadian yang muncul secara tiba-tiba, melainkan akumulasi panjang dari praktik eksploitasi yang berlangsung selama bertahun-tahun. “Ini kan tidak terjadi serta-merta karena setahun terakhir ini saja. Ini terjadi sudah akumulasi dari segala kerusakan-kerusakan hutan kita yang terjadi selama ini,” ujar Titiek.

Dalam jangka pendek, Titiek meminta Kementerian Kehutanan segera menghentikan seluruh aktivitas penebangan pohon, baik legal maupun ilegal, untuk mencegah kerusakan semakin luas. Ia menyoroti keberadaan banyak pohon besar berusia puluhan tahun yang ditebang demi kepentingan kelompok tertentu, sementara masyarakat justru menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kerusakan hutan. Menurutnya, pembalakan menjadi akar dari gelondongan kayu yang terbawa arus banjir hingga memenuhi sungai dan kawasan pesisir, sehingga penegakan hukum atas pelakunya menjadi sangat mendesak.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk apabila terdapat aktor kuat di balik kegiatan ilegal tersebut.

“Nggak usah takut apakah itu di belakangnya ada bintang-bintang, mau bintang dua, tiga, atau berapa, itu kami mendukung Kementerian supaya ditindak dan tidak terjadi lagi,” tegas Titiek.

Ia menambahkan bahwa masyarakat berharap pemerintah dapat mengungkap secara transparan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan hutan selama ini.

Komisi IV juga menilai bahwa penghentian kegiatan pembalakan tidak boleh hanya berupa moratorium sementara, melainkan harus menjadi perubahan permanen yang mengarahkan pelaku industri untuk beralih ke kegiatan usaha yang lebih ramah lingkungan. Menurut Titiek, sudah saatnya para pelaku industri yang selama ini bergantung pada bisnis pembalakan kayu mencari alternatif usaha lain yang tidak merusak hutan.

“Sudahlah, itu pengusaha-pengusaha itu cari makan tempat lain. Tanam padi kek, tanam jagung, apa yang lain-lainnya bisa dikerjakan. Jangan tebang-tebang lagi pohon kita,” ujarnya.

Panja Alih Fungsi Lahan nantinya akan berfokus pada pemetaan persoalan, peninjauan izin pemanfaatan hutan, serta rekomendasi kebijakan untuk memperbaiki tata kelola lahan. Komisi IV menilai bahwa langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, mengingat dampak bencana yang terjadi telah menelan korban jiwa serta merusak infrastruktur dan mata pencaharian masyarakat.

Baca Juga :

MTs Almaarif 01 Singosari Harumkan Indonesia, Bawa Medali dari Malaysia!
Erick Thohir Sebut Euforia Kemenangan Jaga Prestasi, Singgung Blueprint Garuda Mendunia 2045

Selain itu, panja juga akan bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan hasil temuan dan rekomendasinya dapat segera diintegrasikan ke dalam kebijakan operasional. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengelolaan hutan yang lebih ketat dan berkelanjutan.

Melalui langkah tersebut, Komisi IV berharap pemerintah dapat menegakkan kembali fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan dan pelindung daerah aliran sungai, sehingga kejadian bencana yang diperparah oleh alih fungsi lahan dapat diminimalkan. Titiek menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Dengan pembentukan panja ini, DPR menegaskan komitmennya untuk mengawal upaya pemulihan lingkungan dan memperkuat tata kelola kehutanan Indonesia.

Baca Juga : https://inversi.id/kemenhut-dan-polri-bentuk-tim-investigasi-asal-kayu-terseret-pasca-banjir-bandang-di-sumatera/

You Might Also Like

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik
Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Buka Suara soal Rumor Menteri Keuangan
Marinir TNI AL Matangkan Akurasi Tembakan untuk Tampil Maksimal di RIMPAC 2026
Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara
DPR RI Minta Kepala BGN Buka Akses Kemitraan SPPG bagi Masyarakat
TAGGED:Bencana SumateraDPR RITitiek Soeharto
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pos Indonesia (Persero) Haris memberi keterangan pers usai mengawasi penyaluran BLT di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto : ANTARA Foto/Aria Ananda) Pos Indonesia Percepat Penyaluran BLT Kesra di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Next Article Tumpukan kayu di sebuah perkampungan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). (Foto : Antara Foto/Bayu Pratama S). Kerusakan Pascabanjir Bandang di Aceh Tamiang, Lebih dari 1,4 Juta Warga Terdampak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Prabowo Bentuk BUMN Ekspor Raksasa, Kebocoran SDA Rp2.600 Triliun Diburu !

1 month ago
PolitikTerkini

Dunia Memanas, Indonesia Tambah Gahar! Rafale hingga Rudal Canggih Resmi Perkuat TNI

1 month ago
PolitikTerkini

Bongkar “Sistem Kasta”, Ketum Golkar Tegaskan Partai Beringin Rumah Bersama Semua Kader

1 month ago
PolitikTerkini

Dipuji Prabowo! Satgas PKH di Bawah Bahlil Bikin Bandit Perampok Ketar-Ketir

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index