By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Afrika Jadi Korban Pertama Energy War Dunia !
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Afrika Jadi Korban Pertama Energy War Dunia !

EkonomiInternasionalTerkini

Afrika Jadi Korban Pertama Energy War Dunia !

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Antrian warga Madagaskar yang membutuhkan bahan bakar bagi kendaraannya menjadi pemandangan umum akhir-akhir ini paska konflik diTimur Tengah. (Foto, Arise News Post)
SHARE

JAKARTA – Krisis energi global akibat konflik Timur Tengah mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai belahan dunia. Salah satu yang paling terdampak adalah benua Afrika, di mana lonjakan harga bahan bakar telah memicu tekanan ekonomi dan sosial yang semakin serius.

Di tengah situasi tersebut, Madagaskar secara resmi menetapkan keadaan darurat energi nasional pada Selasa, 7 April 2026, setelah negara kepulauan itu mengalami kekurangan bahan bakar yang meluas di seluruh wilayahnya.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah menilai krisis pasokan energi telah mencapai tingkat yang mengancam stabilitas layanan publik dan kehidupan masyarakat.

Dalam pernyataan resmi kabinet, pemerintah Madagaskar menyebut langkah darurat tersebut diperlukan untuk memungkinkan pemerintah mengambil tindakan luar biasa guna memulihkan pasokan energi.

“Deklarasi keadaan darurat energi memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah luar biasa dan mendesak untuk memulihkan pasokan energi dan memastikan keberlanjutan layanan publik,” demikian pernyataan kabinet Magadaskar yang dikutip dari APAnews – Agence de Presse Africaine, Rabu (8/4)

Krisis yang melanda Madagaskar tidak terjadi secara terpisah. Lonjakan harga energi global dipicu oleh konflik besar di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengguncang pasar minyak dunia.

Gangguan distribusi minyak global membuat banyak negara—terutama yang bergantung pada impor energi—mengalami tekanan serius pada sektor bahan bakar dan listrik.

Madagaskar termasuk negara yang sangat rentan karena sebagian besar pasokan energi dan listriknya bergantung pada impor bahan bakar minyak. Ketika pasokan global terganggu dan harga minyak melonjak, negara tersebut langsung menghadapi kekurangan bahan bakar.

Akibatnya, antrean panjang di SPBU dan kelangkaan bahan bakar mulai muncul di berbagai wilayah negara itu.

Baca Juga :

Presiden Timor Leste Undang Megawati Berkunjung ke Dili
Megono & Lopis Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional 2025!

Lonjakan harga BBM di Afrika tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menciptakan efek domino terhadap biaya hidup masyarakat.

Ketika harga bahan bakar naik, biaya transportasi otomatis meningkat. Kondisi ini kemudian memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, terutama pangan, karena distribusi barang menjadi lebih mahal.

Banyak negara Afrika juga mulai mengambil langkah darurat untuk meredam dampak krisis energi ini. Beberapa pemerintah bahkan menaikkan harga BBM, menerapkan penghematan energi, hingga melakukan pembatasan listrik.

Di Ghana, misalnya, harga bensin dan solar meningkat tajam setelah pemerintah menyesuaikan harga akibat lonjakan minyak global.

Ancaman Stabilitas Sosial

Para analis memperingatkan bahwa krisis energi di Afrika berpotensi berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas jika tidak segera diatasi.

Lonjakan harga bahan bakar yang berkepanjangan dapat menekan daya beli masyarakat, meningkatkan inflasi, serta memicu ketidakstabilan ekonomi di negara-negara yang ekonominya masih rentan.

Bagi banyak negara Afrika yang sangat bergantung pada impor energi, perang global yang terjadi ribuan kilometer jauhnya kini berubah menjadi ancaman langsung bagi kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Situasi di Madagaskar menjadi contoh nyata bagaimana konflik geopolitik global dapat menciptakan guncangan ekonomi yang melumpuhkan kehidupan bangsa, mulai dari kelangkaan energi hingga kenaikan harga pangan.

Ketika pasokan energi terganggu, bukan hanya mesin ekonomi yang berhenti berputar—tetapi juga ketahanan sosial masyarakat yang ikut dipertaruhkan.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
TAGGED:Energy warKrisis energi di AfrikaMadagaskar
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Motor Listrik Bikin Hemat Besar! Biaya Harian Turun 75 Persen
Next Article PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dengan meraih penghargaan Proper Emas dan Hijau dalam penilaian PROPER periode 2024–2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (Foto: Humas Timah/AI Generated) Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan, PT TIMAH Sabet Predikat PROPER Emas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index