Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah mengungkapkan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mengundang Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Timor Leste.
“Presiden Ramos mengundang Ibu Megawati untuk berkunjung ke Timor Leste,” kata Basarah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (04/02).
Basarah menyampaikan undangan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Ramos Horta saat bertemu dengan Megawati di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pertemuan berlangsung di tempat Megawati menginap di sela-sela agenda internasional yang dihadirinya.
Pertemuan antara Megawati dan Presiden Ramos Horta terjadi setelah Megawati bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Keduanya juga sempat bertemu dalam forum internasional Majelis Persaudaraan Manusia atau Human Fraternity Majlis yang digelar di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, pada Selasa (3/2), di mana keduanya hadir sebagai pembicara.
Basarah mengatakan pertemuan Megawati dengan Presiden Ramos Horta, yang juga peraih Nobel Perdamaian 1996, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah isu penting dibahas, terutama terkait tantangan perdamaian global dan nilai persaudaraan antarbangsa.
“Ibu Megawati menerima kunjungan Presiden Ramos di sebelum agenda penghargaan Zayed Award 2026 hari ini. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan,” ujar Basarah.
“Selain itu, Ibu Mega dan Presiden Ramos membahas sejumlah hal, utamanya tentang tantangan perdamaian dan nilai persaudaraan yang harus terus dijaga,” sambung Basarah yang juga mengabadikan momen Megawati dan Presiden Ramos duduk berdampingan dalam forum Human Fraternity Majlis.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga sempat menyinggung mengenai anak angkatnya yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja.
“Ibu Mega bercerita tentang anak angkatnya yang menjadi dubes di Kamboja. Namanya Kupa Lopez,” lanjut Basarah.
Usai pertemuan dengan Presiden Ramos Horta, Megawati melanjutkan agenda menghadiri puncak rangkaian penghargaan Zayed Award 2026.
“Agenda terpenting dari rangkaian Zayed Award 2026 akan digelar di The Founder’s Memorial sementara lokasi Gala Dinner di Emirates Palace malam ini, waktu Abu Dhabi,” tambah Basarah.
Berdasarkan data dari situs resmi Zayed Award, penerima Zayed Award 2026 adalah perjanjian perdamaian bersejarah antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia yang diwakili Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Penghargaan tersebut juga diberikan kepada advokat pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali, serta organisasi kemanusiaan asal Palestina, Taawon.