By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: AI dalam Dakwah, Membantu Anak Muda Menemukan Makna di Era Digital
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » AI dalam Dakwah, Membantu Anak Muda Menemukan Makna di Era Digital

Terkini

AI dalam Dakwah, Membantu Anak Muda Menemukan Makna di Era Digital

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Wacana tentang AI dalam dakwah mengemuka dalam diskusi akademik bertajuk AI dan Masa Depan Ilmu Agama: Membantu, Bukan Mengganti yang digelar Republika bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Tangerang Selatan, Kamis (3/7).

Contents
AI sebagai Ruang Spiritual Generasi DigitalPeluncuran Platform Dakwah Aiman AishaTeknologi sebagai Wasilah DakwahRelevansi AI dalam Kehidupan Sehari-Hari

Acara ini juga menjadi momentum peluncuran platform dakwah berbasis AI bernama Aiman Aisha, sebuah inovasi digital untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami Islam yang moderat dan autentik. Dalam acara ini, hadir tokoh pemuda nasional Tsamara Amany sebagai narasumber utama, yang menyoroti pentingnya peran anak muda dalam mengoptimalkan teknologi spiritual sebagai sarana mencari makna hidup.

Menurut Tsamara, generasi muda saat ini sudah sangat dekat dengan teknologi sehingga wajar bila AI dalam dakwah menjadi ruang baru untuk menemukan ketenangan psikologis dan spiritual.

“Agama itu secara scientific bisa menenangkan psikologis kita. Kadang habis zikir atau sholat kita merasa lega. Nah, ChatGPT juga memberi rasa catharsis, jadi area di mana kita mencari jawaban psikologis, seperti saat stres atau bertengkar dengan teman,” ujarnya.

AI sebagai Ruang Spiritual Generasi Digital

Tsamara menjelaskan bahwa teknologi AI kini telah menjadi media refleksi diri bagi anak muda, bahkan pengganti teman curhat. Mereka lebih nyaman mencari jawaban dalam ruang privat digital ketimbang berhadapan langsung dengan orang lain. Fenomena ini membuktikan bahwa dakwah perlu hadir di platform-platform digital yang sudah menjadi bagian keseharian generasi muda.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa konten dakwah berbasis AI harus dikembangkan dengan pendekatan yang empatik, inklusif, dan tidak menghakimi. Pesan-pesan Islam sebaiknya dikemas dengan bahasa yang menyentuh sisi emosional dan psikologis para pencari makna, bukan sekadar normatif atau dogmatis.

“Kalau anak muda mencari Tuhan lewat teknologi, tugas kita adalah menjadikan teknologi sebagai jalan menuju cahaya,” tegas Tsamara.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran manusia dalam berdakwah, melainkan sebagai alat bantu yang bisa hadir kapan pun dan di mana pun generasi muda membutuhkannya.

Peluncuran Platform Dakwah Aiman Aisha

Pada kesempatan yang sama, Republika meluncurkan Aiman Aisha, platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyajikan materi keislaman yang relevan, moderat, dan ramah bagi anak muda. Platform ini menjadi jembatan antara kebutuhan spiritual generasi digital dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Baca Juga :

SMART INVESTMENT: Lippo Land Beri Beasiswa Non-Uang
Pemprov DKI Gandeng LPDP Pusat, Program Beasiswa Jakarta Segera Diluncurkan

Peluncuran ini disambut antusias oleh lebih dari 300 peserta yang hadir, termasuk mahasiswa, pegiat dakwah digital, perwakilan Kementerian Agama, akademisi, hingga pakar teknologi. Banyak pihak berharap inovasi ini dapat menjangkau mereka yang selama ini kurang tersentuh pengajian konvensional karena hambatan jarak, waktu, atau kenyamanan sosial.

Tsamara pun mendorong pengembang untuk melibatkan anak muda secara aktif dalam proses kreatif konten dakwah digital. Dengan demikian, pesan-pesan Islam bisa lebih mudah diterima karena disusun berdasarkan cara pandang dan kebutuhan psikologis generasi sekarang.

Teknologi sebagai Wasilah Dakwah

Diskusi ini juga menekankan bahwa teknologi tidak boleh dilihat sebagai ancaman terhadap agama. Sebaliknya, teknologi adalah wasilah, yakni jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang universal. Dakwah berbasis AI yang dikemas dengan tepat mampu menjangkau mereka yang jauh dari masjid dan belum memiliki komunitas belajar agama yang suportif.

“Teknologi bukan musuh kita. Jangan sampai kita sibuk menakut-nakuti generasi muda dengan AI, padahal mereka sudah hidup bersamanya. Tugas kita adalah menemani mereka mencari kebenaran lewat teknologi,” tambah Tsamara.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan. Ulama, akademisi, pemerintah, dan pengembang teknologi harus bekerja sama memastikan arah dakwah digital tetap sesuai nilai Islam. Edukasi literasi digital, penyediaan konten berkualitas, hingga pengawasan terhadap hoaks keagamaan juga menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dengan adanya platform seperti Aiman Aisha, kini generasi muda memiliki ruang aman untuk belajar Islam tanpa rasa takut dihakimi. Dakwah AI memang bukan untuk menggantikan peran ustaz atau guru agama, tetapi melengkapi dakwah agar lebih inklusif dan menjangkau lebih luas.

Relevansi AI dalam Kehidupan Sehari-Hari

Selain membantu dalam urusan spiritual, AI juga menjadi sarana praktis bagi generasi muda untuk mengelola stres dan kecemasan. Dalam banyak kasus, anak muda lebih memilih mengetik keluhan di aplikasi berbasis AI daripada bercerita pada teman atau keluarga. Hal ini harus direspons oleh para pendakwah dengan memproduksi konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menenangkan hati.

Kehadiran AI membuka peluang baru bagi dakwah untuk lebih kontekstual, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis umat. Oleh karena itu, penting untuk terus mengedukasi generasi muda agar tetap kritis dalam memilih sumber informasi yang benar dan terpercaya.

Dengan memandang AI sebagai mitra, bukan ancaman, dakwah di era digital bisa menjangkau hati-hati muda yang haus akan makna, bahkan di tengah derasnya arus modernitas.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:aiDakwahTsamara Amany
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Inovasi Siswa SMA Negeri 13 Kabupaten Maluku Mengolah Bahan Pangan Lokal Jadi Kuliner Unik
Next Article Saatnya Generasi Muda Ambil Peran Terkait Masalah Perubahan Iklim, dan Krisis Nelayan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index