INVERSI.ID – Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan sinyal positif. Pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa melampaui 5,4 persen, seiring stabilitas makro yang terjaga dan tekanan global yang mulai berkurang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kebijakan dan strategi yang telah dijalankan pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global selama beberapa tahun terakhir.
“Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen sudah tujuh tahun, artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif,” ungkap Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, tekanan global sepanjang 2025 telah banyak diantisipasi, sehingga kondisi perekonomian domestik tetap stabil dan terkontrol.
Stabilitas Makro dan Capaian Investasi
Airlangga menekankan bahwa berbagai indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kepercayaan konsumen meningkat, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur tetap berada di level ekspansif, dan pasar keuangan menguat. Selain itu, nilai tukar rupiah dan inflasi masih berada dalam batas aman.
Sementara itu, realisasi investasi telah mencapai lebih dari Rp1.400 triliun, mendekati target Rp1.900 triliun hingga akhir tahun. Angka ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap perekonomian Indonesia, sekaligus menegaskan stabilitas iklim investasi di tanah air.
“Berbagai faktor ketidakpastian itu sudah priced-in di tahun ini. Headwind yang berat sudah kita lewati. Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen. Tidak ada risiko yang seberat perang Ukraina, Gaza, COVID-19, maupun perang tarif, semuanya sudah dilampaui Indonesia,” tegas Airlangga.
Strategi Diplomasi Ekonomi dan Transformasi Digital
Tidak hanya berfokus pada angka domestik, pemerintah juga memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Strategi diplomasi ekonomi dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain:
- Implementasi kesepakatan tarif 19 persen dengan Amerika Serikat (AS)
- Mempercepat proses aksesi Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP)
- Memperluas ruang partisipasi dalam BRICS+
- Melanjutkan langkah menuju keanggotaan penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)
Transformasi digital menjadi agenda penting dalam strategi ini. Indonesia mendorong implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), memperluas transaksi mata uang lokal antarnegara, serta memperkuat interoperabilitas QRIS lintas negara. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi ekonomi digital, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor fintech.
Percepatan Reformasi Struktural dan Energi Hijau
Di level domestik, percepatan reformasi struktural tetap menjadi fokus pemerintah. Deregulasi dan penyederhanaan perizinan dijalankan untuk memperkuat ekosistem bisnis. Mekanisme service level agreement diterapkan guna meningkatkan kepastian proses perizinan, sementara Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) diperkuat untuk mengatasi hambatan lintas kementerian.
Dalam forum tertutup Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum di rangkaian Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025, Airlangga menekankan fokus pemerintah pada sektor energi hijau. Beberapa langkah yang tengah dijalankan antara lain:
- Pengembangan ekosistem Green Super Grid
- Implementasi Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS)
- Perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis desa
Forum ini juga menjadi ajang diskusi dinamis dengan para CEO dan pelaku usaha mengenai penguatan pasar keuangan, percepatan deregulasi, serta kepastian hukum dan arah kebijakan energi terbarukan.
Airlangga menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing nasional dan memastikan transformasi ekonomi berjalan efektif serta memberikan manfaat luas bagi dunia usaha.
Outlook Ekonomi Indonesia 2026
Dengan semua strategi dan capaian yang ada, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 bisa melampaui angka 5,4 persen. Faktor stabilitas makro, penguatan investasi, transformasi digital, serta diplomasi ekonomi global menjadi pilar utama yang menopang optimisme ini.
Selain itu, fokus pada reformasi struktural dan energi hijau diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan ekonomi nasional di masa depan.
Kombinasi langkah domestik dan global ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai ekonomi yang tangguh, adaptif, dan kompetitif di tengah ketidakpastian global.