By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ibu Muda Selamatkan 3 Anak Dari Banjir di Sumbar. “Rumah Saya Hanyut di Depan Mata”
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ibu Muda Selamatkan 3 Anak Dari Banjir di Sumbar. “Rumah Saya Hanyut di Depan Mata”

Terkini

Ibu Muda Selamatkan 3 Anak Dari Banjir di Sumbar. “Rumah Saya Hanyut di Depan Mata”

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
3 Min Read
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kesembilan banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Jumat (28/11/2025). (Foto, Antara)
SHARE

AGAM, SUMBAR —
Di tengah teriakan panik, gemuruh air bah, dan hujan yang tak kunjung berhenti, seorang ibu muda berjuang menantang maut demi menyelamatkan tiga anaknya. Itulah kisah Emalina (27), warga Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang kini masih gemetar setiap kali mengingat detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya pada Kamis (27/11).

“Saya hanya mendengar bunyi seperti gemuruh… kakak saya menyuruh saya segera pergi,” kata Emalina dikutip dari BBC News Indonesia. Dengan bayinya yang baru berusia dua bulan dalam gendongan, ia melompat keluar jendela sambil berteriak memanggil dua anaknya yang sedang mandi bersama bibi mereka. “Anak saya ini langsung digendong oleh kakak saya. Sementara satu anak saya lagi saya gendong. Adik saya menggendong anak kedua saya,” kisahnya.

Berlari menembus ladang jagung, Emalina dan keluarganya terpaku ketika melihat air setinggi dada melabrak rumah mereka. “Saya naik ke batu besar itu… saya melihat langsung rumah saya hanyut dibawa air yang begitu besar,” tuturnya.

Anak-anaknya kedinginan, tak memakai baju. Hujan masih mengguyur. Tak ada lagi yang tersisa kecuali pakaian di badan. “Untungnya anak saya tidak demam setelah kehujanan cukup lama. Kami memilih tempat ini untuk mengungsi karena takut galodo (banjir dalam bahasa Minang-red) susulan,” katanya.

Kini, ia dan anak-anaknya tinggal di rumah warga yang menjadi tempat pengungsian bersama puluhan korban lainnya. Para ibu memasak untuk 106 pengungsi, sementara para pria pergi mengambil bantuan ke posko utama yang jaraknya enam kilometer.

Di saat bencana melanda, suami Emalina, David Aris Munandar (29), sedang bekerja 30 km dari rumah. Ia baru tahu kampungnya diterjang galodo setelah melihat media sosial.

“Saya terus mencoba menghubungi istri saya. Saya sangat khawatir…” katanya. Ia tidak bisa tidur semalaman, apalagi mengingat anak bungsunya baru dua bulan.

Saat akhirnya terhubung, istrinya mengatakan mereka selamat—tetapi rumah yang ia bangun selama bertahun-tahun lenyap tanpa tersisa. David tetap nekat pulang meski dilarang dan setelah berjalan kaki selama tiga jam ia sampai di tenda pengungsian .

Hingga Sabtu (29/11), jumlah korban meninggal di Sumbar mencapai 129 orang, dengan 74 korban berasal dari Kabupaten Agam. Sementara di Palembayan saja, 27 orang meninggal dan 69 orang masih hilang.

Baca Juga :

Vibes Selasa On Point! Ini Ramalan Zodiak Biar Kamu Gak Stuck di Tengah Minggu
Menelusuri Pemikiran Kartini: Dari Pendidikan Hingga Kesetaraan Gender

Kapolres Agam, AKBP Muari,mengatakan pihaknya telah membangun jembatan darurat dari batang pinang yang diikat kawat agar warga bisa mengakses bantuan ntuk mengangkut bahan makanan. Ia menambahkan, tiga alat berat dikerahkan untuk membuka akses dan mempercepat pencarian korban.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:Banjir SumbarEmalinaPalembayan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Presiden Prabowo: Gerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa Untuk Selamatkan Aceh, Sumut, dan Sumbar
Next Article Airlangga Hartarto: Indonesia Siap Lampaui Pertumbuhan 5,4 Persen Tahun Depan
1 Comment
  • Pingback: Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index