INVERSI.ID – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk memperkuat pelayanan kesehatan tingkat primer sebagai langkah antisipasi terhadap superflu atau influenza A H3N2 sub clade K.
Penguatan layanan kesehatan dinilai penting untuk memastikan deteksi dini dan pencegahan penularan di tengah masyarakat.
“Selalu memperkuat pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat primer yang ada di masyarakat, meningkatkan surveilans, yakni klinik dan surveilans genomik,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Pentingnya Surveilans dan Edukasi Masyarakat
Selain penguatan fasilitas kesehatan, Tjandra menekankan perlunya peningkatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup penerapan pola hidup bersih dan sehat serta langkah-langkah pencegahan penularan penyakit.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala flu. Warga yang mengalami keluhan seperti flu diminta menjaga kondisi tubuh, menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain, serta beristirahat apabila diperlukan.
Apabila kondisi sakit semakin berat, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan. Pelaporan juga perlu dilakukan jika ditemukan beberapa orang dengan gejala serupa dalam satu lingkungan, seperti rumah, kantor, atau sekolah.
“Hal ini lantaran ada beberapa orang dengan gejala yang sama, apalagi kalau berat dan mendadak,” kata Tjandra.
Informasi Publik dan Kondisi Superflu di Indonesia
Tjandra juga meminta pemerintah untuk menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik terkait perkembangan superflu atau influenza H3N2 sub clade K. Berdasarkan data yang ada, tercatat sebanyak 62 kasus ditemukan di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa virus influenza A H3N2 sub clade K sebenarnya sudah beredar sejak beberapa waktu lalu. Lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat pada Oktober lalu juga disebabkan oleh varian H3N2.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan memastikan superflu tidak bersifat mematikan seperti COVID-19. Penyakit ini bersifat mirip flu biasa dan seseorang dapat mengalaminya lebih dari satu kali.
Di negara dengan empat musim, kasus influenza cenderung meningkat saat musim dingin. Namun, di negara tropis seperti Indonesia, peningkatannya relatif tidak terlalu tinggi. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup serta rutin berolahraga.