By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: APBN Januari 2026! Pendapatan Negara Tumbuh 9,5% & Serapan Belanja Capai Rp227,3 Triliun
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » APBN Januari 2026! Pendapatan Negara Tumbuh 9,5% & Serapan Belanja Capai Rp227,3 Triliun

Terkini

APBN Januari 2026! Pendapatan Negara Tumbuh 9,5% & Serapan Belanja Capai Rp227,3 Triliun

Adrian
By
Adrian
4 months ago
Share
4 Min Read
Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menyampaikan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 yang menunjukkan kinerja solid dan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi (Sumber : www.kemenkeu.go.id)
Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menyampaikan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 yang menunjukkan kinerja solid dan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi (Sumber : www.kemenkeu.go.id)
SHARE

Inversi Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Januari 2026 yang menunjukkan tren positif dan fundamental yang solid.

Contents
Lonjakan Penerimaan Perpajakan dan Efisiensi KoleksiAkselerasi Belanja Negara untuk Perlindungan Sosial dan InvestasiPostur Fiskal dan Pengelolaan Defisit yang PrudenStrategi Pembiayaan dan Stabilitas Pasar KeuanganOptimisme Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang 2026

Di tengah dinamika ekonomi global, pendapatan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun atau setara dengan 5,5% dari target tahunan, mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers “APBN Kita” di Jakarta, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan fiskal dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional sejak awal tahun.

Lonjakan Penerimaan Perpajakan dan Efisiensi Koleksi

Pertumbuhan pendapatan negara pada bulan pertama tahun 2026 didorong oleh performa sektor perpajakan yang impresif serta pulihnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Secara spesifik, penerimaan pajak mengalami lonjakan signifikan sebesar 30,7% (yoy).

Menkeu menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan indikator ganda: perbaikan kondisi ekonomi riil dan peningkatan efisiensi pemungutan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Peningkatan ini menandakan adanya perbaikan aktivitas ekonomi serta optimalisasi efisiensi pengumpulan pajak. Kami memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya,” ujar Menkeu.

Akselerasi Belanja Negara untuk Perlindungan Sosial dan Investasi

Dari sisi pengeluaran, pemerintah melakukan akselerasi belanja negara guna memastikan kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung program prioritas. Realisasi belanja hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu anggaran.

Angka belanja tersebut mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 25,7% (yoy). Alokasi belanja ini difokuskan pada:

  • Penguatan Program Prioritas Nasional: Pendanaan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
  • Perlindungan Sosial: Menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah fluktuasi harga global.
  • Stimulus Ekonomi: Memacu aktivitas produktif sejak triwulan pertama guna mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan.

Postur Fiskal dan Pengelolaan Defisit yang Pruden

Meskipun belanja negara mengalami akselerasi besar-besaran, posisi fiskal tetap terjaga dalam koridor yang sehat. Defisit APBN per akhir Januari 2026 tercatat sebesar Rp54,6 triliun, yang ekuivalen dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menegaskan bahwa angka defisit tersebut selaras dengan desain APBN 2026 dan berada di bawah ambang batas risiko.

Baca Juga :

Pendaki Nekat Lewati Jalur Terlarang, Endingnya Bikin Tim SAR Turun Ke Gunung Merbabu
Polisikan Virgoun dan Tenri Anisa Dugaan Perzinahan, Inara Rusli Pegang Bukti yang Kuat

Sementara itu, keseimbangan primer mencatatkan defisit terkendali sebesar Rp4,2 triliun. Rasio ini menunjukkan bahwa pemerintah menerapkan prinsip pengelolaan fiskal yang pruden (prudent fiscal management) dan antisipatif.

Strategi Pembiayaan dan Stabilitas Pasar Keuangan

Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan mendukung belanja prioritas, realisasi pembiayaan hingga akhir Januari telah mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2% dari target tahunan. Strategi pembiayaan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan stabilitas pasar keuangan nasional serta tingkat suku bunga global.

Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan dana cadangan (buffer) fiskal yang cukup menghadapi potensi guncangan ekonomi di masa depan. Menkeu optimis bahwa APBN akan terus berfungsi efektif sebagai shock absorber(peredam kejut) bagi perekonomian domestik.

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang 2026

Penutupan laporan kinerja bulan Januari 2026 memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar dan masyarakat. Dengan pendapatan yang tumbuh stabil dan belanja yang terserap secara tepat sasaran, APBN tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini. APBN 2026 akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung target-target pembangunan jangka panjang,” pungkas Bendahara Negara tersebut.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:2026APBNJanuari 2026Pendapatan NegaraSerapan BelanjaTriliun
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang debottlenecking Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Jakarta (Sumber : www.kemenkeu.go.id) Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking Proyek LNG Abadi Masela
Next Article Skandal Panjat Tebing Mencuat. Kemenpora: Tak Ada Ampun untuk Pelecehan Seksual di Dunia Olahraga
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

13 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

14 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index