INVERSI.ID – Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi resmi meluncurkan rencana operasional pelayanan haji 2026 yang menghadirkan berbagai inovasi baru, mulai dari layanan multibahasa hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Peluncuran program tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Urusan Keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, dalam sebuah seremoni yang digelar di Makkah pada Rabu.
Rencana operasional ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta pengalaman spiritual jamaah haji dari berbagai negara. Program tersebut juga dirancang untuk memperluas penyebaran pesan keagamaan dari dua masjid suci kepada masyarakat global.
Dalam program baru itu, pengelola menghadirkan sekitar 150 inisiatif pengayaan, 10 jalur pengayaan layanan, serta dukungan layanan keagamaan dalam 60 bahasa berbeda.
Al-Sudais mengatakan seluruh inisiatif tersebut difokuskan untuk memperkuat pelayanan keagamaan bagi para jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Ia juga mengungkapkan bahwa teknologi AI kini telah menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan haji 2026. Kehadiran teknologi tersebut disebut menjadi langkah baru dalam transformasi layanan keagamaan di Arab Saudi.
Menurutnya, integrasi AI sejalan dengan program Tahun Kecerdasan Artifisial 2026 yang tengah dikembangkan Arab Saudi untuk memperkuat inovasi teknologi di berbagai sektor, termasuk pelayanan ibadah haji.
Al-Sudais menambahkan penggunaan sistem digital modern dan teknologi canggih akan membantu memperluas jangkauan layanan kepada jamaah internasional melalui dukungan 60 bahasa.
Selain meningkatkan pelayanan, teknologi tersebut juga diharapkan mampu menyebarkan pesan moderasi dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kepada masyarakat dunia secara lebih luas.
Rencana operasional pelayanan haji 2026 ini juga disusun berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan yang kuat dan dikembangkan melalui program terintegrasi untuk memperkaya pengalaman spiritual sekaligus pendidikan bagi jamaah.
Menurut Al-Sudais, berbagai pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jutaan jamaah haji setiap tahunnya.
Dengan hadirnya inovasi layanan multibahasa dan pemanfaatan AI, Arab Saudi berharap pengalaman ibadah haji pada 2026 akan menjadi lebih nyaman, modern, dan mudah diakses oleh jamaah dari berbagai negara.