By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Asal Usul Munggahan, Tradisi Sakral Menyambut Ramadan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Asal Usul Munggahan, Tradisi Sakral Menyambut Ramadan

Terkini

Asal Usul Munggahan, Tradisi Sakral Menyambut Ramadan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Setiap menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Sunda di Jawa Barat memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai ‘Munggahan’. Istilah ‘Munggahan’ berasal dari kata ‘munggah’ yang berarti naik atau meningkat. Tradisi ini melambangkan peningkatan spiritual dan persiapan diri untuk memasuki bulan penuh berkah.

Munggahan biasanya dilakukan tepat satu hari sebelum Ramadan tiba, sebuah kebiasaan yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan Wiratanudatar III (1707-1726) di Cianjur. Pada masa itu, wilayah Cianjur mencakup sebagian besar daerah Priangan. Tradisi ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat, mempererat tali silaturahmi sebelum memasuki bulan puasa.

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam tradisi Munggahan adalah ziarah kubur. Masyarakat mengunjungi makam leluhur untuk mendoakan mereka yang telah berpulang. Ziarah kubur merupakan amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan menjadi bagian integral dari persiapan spiritual menjelang Ramadan.

Selain ziarah, Munggahan juga diisi dengan acara makan bersama. Keluarga besar berkumpul untuk menikmati hidangan khas Sunda, seperti nasi liwet, ikan bakar, dan lalapan. Momen ini tidak hanya sekadar menikmati makanan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota keluarga dan kerabat.

Tradisi serupa juga dikenal dengan nama ‘Papajar’ di beberapa daerah. Papajar konon sudah ada sejak abad ke-16 dan biasanya berlangsung sejak sepekan hingga sehari sebelum Ramadan. Meskipun memiliki nama berbeda, esensi dari kedua tradisi ini tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan menyambut bulan suci.

Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi Munggahan menghadapi tantangan dalam pelestariannya. Urbanisasi dan modernisasi mengubah pola hidup masyarakat, terutama di perkotaan. Generasi muda cenderung kurang mengenal atau bahkan melupakan tradisi ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya ini agar tidak punah ditelan waktu.

Munggahan bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga cerminan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan persiapan spiritual dalam menyambut Ramadan. Dengan memahami dan melestarikan tradisi ini, kita turut menjaga identitas budaya dan memperkaya khazanah warisan leluhur.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:ramadantradisi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Sony Tunda Rilis Spider-Man 4, Ini Alasannya!
Next Article Kolak Candil Ubi Jalar sebagai Pilihan Takjil Berbuka Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index