By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Asrama Pesantren Ambruk akibat Longsor di Bireuen, Santri Selamat Kerugian Capai Miliaran
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Asrama Pesantren Ambruk akibat Longsor di Bireuen, Santri Selamat Kerugian Capai Miliaran

Terkini

Asrama Pesantren Ambruk akibat Longsor di Bireuen, Santri Selamat Kerugian Capai Miliaran

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
7 Min Read
Screenshot - Santri menyaksikan detik-detik bangunan asrama pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah di Meunasah Subung Cot Meurak Blang Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, Rabu (26/11/2025) Warga)
SHARE

INVERSI.ID – Musibah tanah longsor kembali terjadi di Aceh dan kali ini menimpa sebuah pesantren di Kabupaten Bireuen. Gedung asrama Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah yang berada di Meunasah Subung Cot Meurak Blang mendadak ambruk ke arah sungai setelah tebing di bawahnya terkikis derasnya arus. Untungnya, tidak ada korban jiwa karena seluruh santri berhasil dievakuasi sebelum bangunan runtuh.

Contents
Longsor karena Tebing Sungai Rusak: Ada Masalah Lama yang Belum SelesaiSantri Mengungsi ke Masjid, Kerugian Capai Rp6 Miliar Lebih dan Butuh Bantuan Darurat

Kabar ambruknya asrama ini langsung menarik perhatian publik, terutama karena kejadiannya terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur Aceh selama hampir satu minggu penuh. Dengan curah hujan tinggi, sejumlah wilayah di provinsi ini mengalami banjir hingga longsor. Total sembilan kabupaten disebut terdampak cukup parah, termasuk Bireuen.

Pembina Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, Tgk Adli Abdullah, memastikan bahwa para santri dalam kondisi aman. “Alhamdulillah, tidak ada korban, karena santri sudah diungsikan dari semalam ke masjid pesantren, Allah maha kuasa,” katanya saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Rabu. Ucapan ini sedikit melegakan, mengingat kondisi gedung yang runtuh terlihat cukup parah.

Longsor karena Tebing Sungai Rusak: Ada Masalah Lama yang Belum Selesai

Musibah ini bukan sekadar soal hujan deras. Ada faktor lain yang turut menyebabkan bangunan tersebut ambruk: kerusakan pada pengaman tebing sungai. Adli menjelaskan bahwa bangunan asrama putra di dayah tersebut memang berada di tepi sungai. Selama ini, tebing sungai dilindungi oleh batu gajah, namun konstruksinya ternyata bermasalah sejak awal.

“Longsor disebabkan batu gajah yang dipasang (pengaman tebing sungai) tidak sesuai,” ujarnya.

Adli kemudian menambahkan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah pernah berujung pada proses hukum. Pengamanan tebing yang dibangun pada tahun 2016 itu pernah jebol sebelumnya akibat banjir bandang Sungai Krueng Batee Iliek, dan kasusnya sempat diproses hingga pelakunya menjalani hukuman.

“Tembok pengaman sungai dibangun tahun 2016, dan pernah bermasalah jebol karena banjir bandang yang melanda sungai Krueng Batee Iliek,” katanya.

Artinya, masalah lama yang belum selesai kini kembali memakan korban fasilitas publik. Setelah insiden sebelumnya, kondisi tebing seharusnya mendapatkan perhatian ekstra karena posisinya sangat dekat dengan fasilitas pendidikan yang dihuni ratusan santri. Namun arus sungai yang semakin kencang akibat cuaca ekstrem membuat pengaman tebing yang tidak sesuai standar itu kembali kewalahan menahan tekanan air. Pada akhirnya, bagian tanah di bawah pondasi asrama tergerus hingga bangunannya runtuh ke sungai.

Kondisi seperti ini sebenarnya sudah lama jadi perhatian di beberapa daerah pesisir sungai di Aceh. Banyak pengaman tebing yang dibangun tidak sesuai spesifikasi, sehingga ketika debit sungai naik, konstruksi mudah rusak. Bencana kemudian hanya menunggu waktu untuk terjadi.

Baca Juga :

4 Awak Pesawat Tempur Tucano TNI AU yang Jatuh di Pasuruan Dapat Kenaikan Pangkat
Yeri Red Velvet Gabung Agensi Baru, ReVeluv Siap-siap Ada Kejutan!

Santri Mengungsi ke Masjid, Kerugian Capai Rp6 Miliar Lebih dan Butuh Bantuan Darurat

Setelah bangunan ambruk, ratusan santri kini kehilangan tempat tinggal. Mereka sudah dievakuasi sejak malam sebelum kejadian ke masjid pesantren. Namun evakuasi tersebut tidak menyelesaikan masalah karena para santri kini butuh tempat aman untuk tinggal sementara.

Adli memperkirakan kerugian materi akibat runtuhnya gedung asrama putra tersebut mencapai lebih dari Rp6 miliar. Tidak hanya bangunan yang hilang, tetapi juga peralatan belajar, pakaian, dan perlengkapan pribadi milik para santri. Dengan 329 santri yang menghuni asrama tersebut, kebutuhan darurat menjadi semakin mendesak.

Ia menjelaskan bahwa para santri kini membutuhkan bantuan segera dari pemerintah maupun masyarakat. Mulai dari kebutuhan dasar seperti pakaian pengganti, tempat tinggal sementara, hingga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Kita butuh dapur darurat dan pakaian pengganti bagi santri yang menghuni asrama ini mencapai 329 orang,” kata Adli Abdullah.

Kebutuhan mendesak ini wajar, mengingat santri yang tinggal di pesantren umumnya berasal dari berbagai daerah dan selama di pesantren mereka bergantung pada fasilitas asrama untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika asrama runtuh, semua kebutuhan dasar mereka otomatis terganggu.

Selain itu, kondisi psikologis para santri juga perlu mendapat perhatian. Menyaksikan bangunan tempat tinggal mereka runtuh bisa menjadi pengalaman traumatis, terutama bagi santri yang masih usia remaja. Dukungan dari pengurus pesantren dan masyarakat sekitar menjadi faktor penting untuk memulihkan kondisi mereka.

Melihat kondisi ini, masyarakat Aceh yang dikenal dengan budaya gotong royong biasanya akan bergerak membantu. Namun tetap diperlukan tindakan cepat dari pemerintah daerah, khususnya dinas sosial dan BPBD, untuk memastikan kebutuhan darurat bisa dipenuhi dalam waktu singkat.

Jika melihat pola bencana yang terjadi di Aceh selama beberapa hari terakhir, runtuhnya asrama Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah hanyalah satu dari banyak dampak yang muncul akibat cuaca ekstrem dan infrastruktur yang kurang memadai. Di beberapa wilayah lain, banjir merendam perumahan warga, merusak sawah, dan mengganggu distribusi logistik. Pemerintah provinsi dan kabupaten di Aceh pun harus mengaktifkan status siaga bencana di sejumlah wilayah.

Namun yang paling penting untuk jangka panjang adalah perbaikan pengaman tebing yang sesuai standar. Kasus seperti ini bisa terulang lagi di masa depan jika konstruksi tebing sungai tidak diperbaiki dengan benar. Apalagi pesantren adalah tempat tinggal dan tempat belajar bagi ratusan santri yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di lokasi tersebut.

Dalam jangka pendek, upaya penanganan darurat adalah prioritas utama. Tapi dalam jangka panjang, perlu ada audit menyeluruh terhadap pengaman tebing sungai di seluruh wilayah Aceh agar kejadian serupa tidak terus terulang. Bencana alam memang tidak bisa dicegah, tetapi kerusakan yang ditimbulkan bisa diminimalkan jika infrastruktur dibangun sesuai standar.

Kejadian di Bireuen ini bisa menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam pengawasan proyek-proyek pengaman sungai, terlebih yang berada sangat dekat dengan fasilitas publik. Dengan intensitas hujan yang makin tidak menentu, konstruksi tebing sungai harus mampu menahan tekanan air yang lebih besar.

Selain itu, para pengurus pesantren juga perlu mendapatkan edukasi dan pendampingan terkait mitigasi bencana, terutama untuk pesantren yang lokasinya berada di dekat sungai atau di wilayah rawan longsor. Dengan sistem peringatan dini yang lebih baik, evakuasi seperti yang dilakukan oleh pengurus Dayah Najmul Hidayah bisa dilakukan dengan lebih cepat dan terencana.

Pada akhirnya, musibah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan para santri harus menjadi prioritas. Mereka adalah generasi muda yang sedang ditempa ilmu dan akhlak, dan tugas bersama kita semua adalah memastikan mereka belajar di lingkungan yang aman dan layak.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:AmbrukPESANTRENSantri
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menyampaikan paparannya pada pembukaan Program Magang Nasional Batch II, Rabu (26/11/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Bukan Rp 3,3 Juta, Peserta Magang Hub di Jakarta Digaji Setara UMP: Ini Fakta dan Rinciannya
Next Article Foto : Wakil Wali kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Penyerahan Apresiasi Siswa Berprestasi jenjang SD/MI dan SMP/MTs tingkat Kota Palangka Raya 2025 digelar di Kantor Dinas Pendidikan Palangka Raya. (Sumber Foto : Mc.Palangka Raya) Pilar Merdeka Belajar! Bentuk Karakter Untuk Fondasi Siswa Palangka Raya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index