INVERSI.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Brigjen Pol Drs. Toga Habinsaran Panjaitan, angkat bicara terkait pengungkapan pabrik liquid vape yang mengandung narkotika jenis sabu di kawasan Podomoro, Medan Barat. Kasus ini terungkap setelah Ditresnarkoba Polda Sumut menggerebek sebuah apartemen mewah yang dijadikan tempat produksi.
Menurut Toga, temuan ini menjadi peringatan serius bagi generasi muda yang saat ini menjadi sasaran peredaran narkotika dengan modus baru. Ia menyebut, efek liquid vape yang dicampur sabu bahkan lebih dahsyat dibandingkan penggunaan sabu secara konvensional.
“Baru ini jenisnya (Liquid vape), ini jelas menyasar anak-anak muda. Dampaknya lebih keras, bahkan ada yang sampai pingsan. Saat ini kami juga tengah melakukan penelitian lebih lanjut terkait dampaknya,” ujar Toga kepada wartawan di Medan, Kamis (3/7).
Ancaman Baru yang Mengintai Anak Muda
Peredaran narkotika dalam bentuk liquid vape disebut sangat berbahaya karena dikemas dalam produk yang selama ini dianggap sebagai gaya hidup anak muda. Banyak pengguna vape yang tidak menyadari bahwa cairan yang mereka hisap sudah dicampur zat terlarang.
“Ini sangat berbahaya karena menyasar kaum muda yang belum paham risiko. Kami mengimbau anak-anak muda jangan coba-coba menggunakan vape, apalagi produk yang tidak jelas asal-usulnya. Sekarang sudah terbukti narkotika bisa dimasukkan ke dalam vape, jadi harus ekstra hati-hati,” tegas Kepala BNNP Sumut.
Selain vape, pihak BNNP juga mencatat adanya modus peredaran narkotika dalam bentuk permen, minuman ringan, hingga makanan camilan. Bentuk yang tampak “aman” dan kekinian ini membuat banyak generasi muda terlena tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Apresiasi untuk Langkah Cepat Polisi
Toga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Ditresnarkoba Polda Sumut yang berhasil membongkar pabrik rumahan pembuat liquid vape narkotika tersebut. Ia berharap pengungkapan kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk-produk yang tidak jelas sumbernya.
BNNP Sumut juga berjanji akan terus memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika dalam bentuk-bentuk baru. Selain penindakan, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas pemuda.
Tren Peredaran Narkotika Masih Tinggi
Meski upaya pemberantasan terus digencarkan, Toga mengakui bahwa tren peredaran narkotika di Sumatera Utara masih cukup tinggi. Tahun ini, menurutnya, sudah banyak kasus pengungkapan yang dilakukan oleh aparat gabungan, namun tantangan tetap ada karena pelaku terus berinovasi dengan modus-modus baru.
“Tahun ini sudah banyak pengungkapan, tapi kami tidak bisa lengah. Karena mereka selalu mencari cara baru. Kami juga terus mengingatkan, khususnya anak-anak sekolah, jangan tergiur, jangan coba-coba, jangan mau diimingi apa pun. Bahayanya sangat besar, masa depan bisa rusak,” pungkas Brigjen Pol Toga.
Edukasi Jadi Kunci Pencegahan
Sebagai upaya jangka panjang, BNNP Sumut mendorong masyarakat, terutama keluarga dan sekolah, untuk bisa lebih aktif dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkotika. Anak muda diharapkan lebih kritis lagi dalam memilih gaya hidup dan tidak mudah terpengaruh ajakan untuk mencoba-coba zat terlarang.
Menurut data BNN tahun 2024, sekitar 1,95% pelajar dan mahasiswa di Indonesia pernah mencoba narkoba, dan sebagian besar terpengaruh oleh lingkungan pergaulan.
Selain itu, lingkungan pertemanan juga memiliki peran besar dalam membentuk sikap. Jangan pernah ragu untuk menolak jika ditawari sesuatu yang mencurigakan, dan segera laporkan kepada pihak yang berwajib jika menemukan peredaran narkoba di sekitar. Kasus liquid vape narkotika di Medan ini menjadi bukti nyata bahwa sindikat narkoba tidak pernah berhenti mencari cara untuk merusak generasi muda.
Karena itu, kewaspadaan, edukasi, serta kerja sama dari semua pihak akan sangat diperlukan demi melindungi masa depan bangsa dan menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba.
Kasus liquid vape narkotika di Medan ini telah menjadi bukti nyata bahwa sindikat narkoba tidak pernah berhenti dalam mencari cara untuk merusak generasi muda. Oleh karena itu, kewaspadaan dan komitmen bersama yang kuat sangat diperlukan untuk melindungi masa depan bangsa.
Semua pihak, termasuk media, juga diharapkan terus menggaungkan kampanye anti-narkoba demi meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.***