Inversi.id – Upaya pemulihan infrastruktur energi di wilayah terdampak banjir di Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sebagian besar jaringan listrik di Tapanuli Tengah, Sibolga, serta beberapa wilayah di Aceh telah kembali beroperasi meski belum mencapai kapasitas maksimal. Pemerintah menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat pulih sepenuhnya pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Dalam keterangannya setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil menegaskan perbaikan berlangsung secara intensif sejak pekan lalu. Ia menyebut aliran listrik di sejumlah wilayah sudah mulai menyala, namun masih dalam tahap stabilisasi.
“Kamis lalu sudah mulai menyala, tapi belum maksimal. Jadi mungkin Jumat malam ini, paling lambat hari Sabtu sudah bisa. Sibolga kemarin sudah menyala dengan baik,” ujarnya.
Pemulihan juga berlangsung di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh dan Kecamatan Bireuen. Bahlil menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Arun sebelumnya sempat berhenti beroperasi akibat sistem transmisi yang terdampak banjir. Setelah dilakukan perbaikan, pembangkit tersebut kini kembali berfungsi.
“PLTG kita yang mati karena Sutet-nya terkena banjir, dan sekarang sudah dinaikkan. Jumat malam itu sudah bisa. Listriknya bisa jalan, paling lambat hari Sabtu,” katanya.
Selain fokus pada pemulihan jaringan listrik, pemerintah turut memastikan bahwa suplai bahan bakar minyak dan LPG tetap terjaga di tengah kondisi sulit akibat akses jalan yang terputus di berbagai titik. Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk mempertahankan distribusi energi, termasuk penggunaan genset serta pengalihan jalur mobilisasi armada logistik.
“Kami sebagian ada pakai gen, kita sebagian ada pakai tangki, dan terus melakukan. Tapi kalau di Taptengnya sendiri, sebagian kompor bensin sudah beroperasi 24 jam,” ungkapnya.
Ketersediaan LPG di wilayah terdampak, meski sempat terhambat, kini menunjukkan peningkatan. Distribusi untuk Tapanuli Tengah, Nias, dan Sibolga yang sebelumnya mengandalkan pasokan dari Dumai kini dialihkan dari Sumatera Barat untuk mempercepat arus suplai.
“Jadi Sumbar sekarang menjadi hub supaya semuanya bisa terdistribusi. Inshaallah kalau cuacanya baik, Jumat-Sabtu semua sudah bisa lebih membaik,” kata Bahlil.
Sebagai langkah percepatan, Pertamina Patra Niaga telah menambah 17 unit mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter. Penguatan armada ini dilakukan untuk mempercepat pengiriman BBM ke wilayah terdampak, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau karena jalur utama terputus akibat longsor. Beberapa rute alternatif kini digunakan dengan waktu tempuh lebih panjang, mencapai lima hingga enam jam, terutama pada jalur distribusi dari Sumatera Barat menuju Sumatera Utara.
Untuk wilayah Pasaman, yang sebelumnya sempat terisolasi, distribusi BBM berhasil dilakukan secara bertahap. Pertamina menyalurkan delapan kiloliter pada Senin, dilanjutkan 16 kiloliter pada Selasa. Bahlil menyebut tambahan suplai juga diberikan untuk pemerintah daerah serta aparat penegak hukum guna mendukung operasional alat berat dan transportasi dalam upaya penanganan darurat bencana.
Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur energi merupakan prioritas utama, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan BBM sangat penting dalam situasi darurat. Pemulihan total hingga Sabtu diharapkan dapat mempercepat fase rehabilitasi dan normalisasi aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Dengan percepatan distribusi energi, stabilitas suplai listrik, dan dukungan logistik yang terus diperkuat, pemerintah optimistis pemulihan di Aceh dan Sumatera Utara dapat berlangsung lebih cepat dari proyeksi awal. Upaya kolektif lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memastikan layanan dasar kembali pulih sebagai bagian dari penanganan bencana secara menyeluruh.