By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Berat Badan Mudah Naik Lagi? Dokter Jelaskan Penyebab Obesitas yang Sering Diabaikan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Berat Badan Mudah Naik Lagi? Dokter Jelaskan Penyebab Obesitas yang Sering Diabaikan

Kesehatan

Berat Badan Mudah Naik Lagi? Dokter Jelaskan Penyebab Obesitas yang Sering Diabaikan

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Dokter spesialis gizi klinik Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Obesitas selama ini sering dianggap hanya disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, dokter spesialis gizi klinik menegaskan bahwa kondisi tersebut sebenarnya jauh lebih kompleks dan melibatkan banyak faktor.

Dokter spesialis gizi klinik Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes. menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

“Tapi ternyata obesitas itu sangat kompleks enggak cuma in take output doang. Ada banyak sekali faktor multifaktorial,” kata Diana dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.

Dokter yang menempuh pendidikan spesialis gizi klinik di Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa salah satu faktor yang turut memengaruhi obesitas adalah sistem hormonal dalam tubuh.

Menurutnya, tubuh memiliki sejumlah hormon yang berfungsi mengatur rasa lapar, kenyang, serta nafsu makan. Namun pada sebagian orang, sistem pengaturan ini tidak berjalan dengan normal. Akibatnya, seseorang masih merasakan lapar meskipun sudah makan dalam jumlah cukup atau bahkan sampai kenyang.

“Berarti ada sinyal-sinyal di dalam tubuh kita tuh enggak beres gitu, enggak cuma masalah kita atur makan terus olahraga gerak. Ada banyak faktor yang menghambat, menyebabkan kadang orang itu sudah turun, atur makan, olahraga, tapi bisa balik lagi beratnya,” jelas dia.

Diana juga mengungkapkan bahwa penelitian menunjukkan adanya sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali setelah seseorang berhasil menurunkannya.

Selain itu, perubahan hormon serta kapasitas lambung juga dapat memengaruhi rasa lapar dan dorongan untuk makan. Kondisi tersebut membuat sebagian orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan kembali.

“Itu banyak banget yang aku sering dapat di praktik, dia udah turun tapi nanti naik lagi. Urusan hormonalnya ini yang bikin error tadi,” imbuh dia.

Baca Juga :

Hindari Puncak Arus Balik, Jokowi Minta Pemudik Tunda Kepulangan Jika Tidak Mendesak
Bukan 1998! Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Masih Ekspansi

Lebih lanjut, Diana menekankan pentingnya menerapkan pola makan yang lebih sadar atau mindful eating untuk membantu mengontrol asupan makanan dan menjaga berat badan tetap stabil.

“Pentingnya mindful eating itu. Jadi mau Lebaran, Natal, ya makan aja tapi tahu porsi. Karena tahu porsi, tahu butuhnya berapa ya cukup, nggak akan kebanyakan,” kata dia.

Dengan menerapkan kebiasaan makan yang lebih sadar terhadap kebutuhan tubuh, seseorang dapat menikmati makanan tanpa harus khawatir mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan GiziObesitas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dari 21 Hari ke 90 Hari! Bahlil Kunci Investor, Storage Raksasa Sumatera Jadi Tameng Energi RI
Next Article Bahaya Makanan Manis dan Asin Saat Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index