Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melantik tiga pejabat baru untuk menduduki posisi Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan lembaga tersebut. Prosesi pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan pakta integritas berlangsung khidmat pada Senin (18/05/2026).
Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya konkret dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan efektivitas pengawasan dan operasional program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Gizi Nasional memimpin langsung jalannya upacara pelantikan tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pelantikan ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan kelembagaan agar mampu menghadapi tantangan besar dalam mengelola program yang menyentuh puluhan juta penerima manfaat di seluruh pelosok Indonesia.
Sosok Baru dalam Struktur Organisasi BGN
Ketiga pejabat yang dilantik untuk mengisi jabatan strategis tersebut adalah:
- Eri Satriana sebagai Inspektur III.
- Rufriayanto Maulana Yusuf sebagai Sekretaris Deputi pada Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran.
- Anak Agung Ngurah Sugiharto sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah I pada Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran.
Penunjukan ketiga pejabat ini diharapkan mampu membawa penyegaran serta peningkatan kinerja pada sektor-sektor yang sangat vital bagi keberlangsungan program MBG. Jabatan Inspektur III, misalnya, memegang peranan krusial dalam fungsi pengawasan internal dan audit untuk memastikan seluruh proses bisnis di lingkungan BGN berjalan sesuai dengan koridor hukum dan standar tata kelola yang baik (good governance).
Sementara itu, penempatan pejabat di Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran merupakan langkah untuk memastikan bahwa rantai pasok logistik, distribusi bahan pangan, hingga koordinasi dengan para mitra di daerah dapat dikelola dengan lebih sistematis dan efisien.
Menjawab Tantangan Pengawasan dan Efisiensi
Dalam sambutannya, Kepala Badan Gizi Nasional mengingatkan bahwa tanggung jawab yang diemban oleh para pejabat baru bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah besar untuk memastikan setiap porsi makanan bergizi yang tersalurkan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan.
Mengingat kompleksitas program MBG yang menjangkau jutaan anak sekolah, balita, dan ibu hamil, dibutuhkan kepemimpinan yang responsif, transparan, dan berintegritas tinggi.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mempercepat langkah dan meningkatkan pengawasan. Kita membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara benar-benar memberikan dampak nyata, efisien, dan bebas dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional.
Komitmen terhadap Pakta Integritas
Penandatanganan pakta integritas yang dilakukan oleh ketiga pejabat tersebut menjadi poin penting dalam prosesi pelantikan. Hal ini merupakan komitmen nyata untuk menghindari konflik kepentingan dan menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola program MBG, penguatan integritas di jajaran pejabat eselon II menjadi sangat krusial guna mengembalikan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
Badan Gizi Nasional menyadari bahwa tantangan di depan semakin berat. Setelah sebelumnya sempat disoroti mengenai efisiensi anggaran dan manajemen distribusi, kehadiran pejabat baru ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam perbaikan sistemik yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
Kolaborasi antara inspektorat dan jajaran deputi teknis akan menjadi kunci utama untuk memitigasi berbagai risiko operasional yang mungkin terjadi di lapangan.