INVERSI.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi, emas kembali menjadi primadona pilihan investasi. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir harga emas terus mengalami kenaikan.
Tren ini membuat investasi emas tidak lagi identik dengan orang tua, melainkan juga diminati oleh kalangan muda, khususnya Generasi Milenial dan Gen Z.
Anak muda yang biasanya sibuk memamerkan outfit di media sosial kini mulai berlomba-lomba mempercantik tabungan emas mereka. Emas dianggap sebagai ‘pelampung keuangan’ yang lebih aman dibandingkan sekadar menyimpan uang di bank yang rawan tergerus inflasi.
Analis mata uang Lukman Leong mengatakan bahwa saat ini emas, terutama dalam bentuk batangan, memang menjadi salah satu pilihan investasi yang menjanjikan. Ia mencatat bahwa ketegangan perdagangan global, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok, mendorong banyak investor beralih dari dolar ke emas.
“Harga emas internasional diperkirakan masih akan naik, bahkan bisa mencapai US$3.500 hingga US$4.000,” kata Lukman.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi juga mengungkapkan bahwa fenomena meningkatnya minat investasi emas tidak hanya terjadi di kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga di antara milenial dan Gen Z.
Menurutnya, banyak anak muda, terutama perempuan, memilih berinvestasi lewat perhiasan emas karena harganya lebih terjangkau dan dapat digunakan sehari-hari.
“Namun perlu diingat, investasi emas bukan beli hari ini langsung untung besok. Butuh waktu sekitar tiga hingga lima tahun untuk menikmati keuntungannya. Kalau buru-buru dijual, malah bisa rugi karena adanya ongkos pembuatan dan sertifikat,” jelas Ibrahim.
Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin banyak generasi muda yang mulai sadar pentingnya investasi jangka panjang sebagai bentuk perlindungan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi.***