Halo Inversi! Konsep side hustle kini bukan lagi wacana, tapi real success story yang dijalankan oleh anak muda Bojonegoro. Salah satunya adalah Fajrina (Nana), warga Desa Ngraseh, yang membuktikan bahwa hobi membuat karya tangan (handicraft) bisa menjadi bisnis yang cuan dan aesthetic.
Nana kini aktif di komunitas Young Entrepreneur Bojonegoro (YEB) dan rutin berpartisipasi dalam pameran yang difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro.
CRAFTING SKILL: DARI ISENG KE CUSTOM ORDER
Bisnis Nana berawal dari keisengan (April 2025). Ia membeli tas polos, lalu level up dengan menambahkan aksesori unik sentuhan personal. The experiment worked! Produknya, yang terbuat dari tali macrame, pita, dan manik-manik, langsung digandrungi kawula muda karena harganya yang terjangkau (Rp 3.000 hingga Rp 30.000-an).
Dalam waktu singkat, usahanya menunjukkan growth signifikan. Ia bisa menjual puluhan produk per minggu dan menerima banyak pesanan custom sebuah indikasi bahwa produknya memiliki unique selling proposition yang kuat.
NETWORKING IS THE NEW CURRENCY: PERAN YEB & DINPORA
Nana menegaskan bahwa booming-nya bisnisnya tidak lepas dari dukungan komunitas dan pemerintah. “Semua ini berkat dukungan dari Dinpora dan YEB. Saya bisa bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama dan mendapatkan peluang untuk berkolaborasi,” ujar Nana, Selasa (4/11/2025).
Poin Intelektualnya: Kisah Nana adalah case study sempurna tentang pentingnya Ekonomi Jaringan (Networking Economy). YEB dan Dinpora berfungsi sebagai inkubator yang memberikan tiga value kunci:
- Akses Pasar: Melalui pameran.
- Edukasi Skill Baru: Seperti Workshop AI di Dewarna yang membekali entrepreneur muda dengan skill digital.
- Peer Support: Berjejaring dengan sesama entrepreneur muda.
Nana juga mengapresiasi dukungan Pemkab Bojonegoro, yang tidak hanya melatih tetapi juga mengajak berkolaborasi langsung melalui agenda pameran. Nana berharap YEB terus berkembang, menjadi wadah bagi pemuda Bojonegoro untuk berbagi pengalaman, mengembangkan potensi diri, dan mewujudkan mimpi entrepreneur sukses.
Ia adalah bukti nyata bahwa di era digital, passion dan kreativitas adalah modal utama, dan dukungan ekosistem yang tepat adalah kunci percepatan bisnis.