By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bulog Ajak Pemuda dari Konsumen Menjadi Akselerator Ketahanan Pangan Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bulog Ajak Pemuda dari Konsumen Menjadi Akselerator Ketahanan Pangan Nasional

Ekonomi

Bulog Ajak Pemuda dari Konsumen Menjadi Akselerator Ketahanan Pangan Nasional

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita (kedua kanan) bersama pembicara lainnya dalam Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di Tangerang, Banten.
Foto : Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita (kedua kanan) bersama pembicara lainnya dalam Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di Tangerang, Banten.
SHARE

Inversi. Sektor pangan nasional kini membuka pintu lebar bagi inovasi dan energi baru. Perum Bulog secara eksplisit mendorong generasi muda untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku kunci dalam rantai pasok. Ini adalah momentum bagi Generasi Z untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus mengamankan ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Contents
Digitalisasi dan Kewirausahaan Rantai PasokKemitraan Holistik dari Hulu hingga HilirDua Sisi Peran Bulog dan Stabilitas HargaMomentum Transformasi: Dari Petani Menjadi Founder

Ketahanan pangan adalah pilar fundamental kedaulatan sebuah negara. Dalam konteks Indonesia, yang memiliki potensi agraris melimpah namun dihadapkan pada tantangan distribusi dan stabilitas harga, peran aktif seluruh komponen masyarakat, terutama generasi muda, menjadi sangat krusial. Perum Bulog, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang mandat utama stabilisasi pangan, kini mengundang Generasi Z untuk terlibat dalam sebuah misi penting: memperkuat rantai pasok nasional.

Dalam forum Nusantara Food Summit 2025 di Tangerang, Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi disruptor positif dalam sistem distribusi pangan.

Digitalisasi dan Kewirausahaan Rantai Pasok

Febby Novita menekankan bahwa adopsi teknologi digital telah membuka model bisnis baru yang sangat cocok dengan karakter Generasi Z: mandiri dan fleksibel. Generasi muda tidak lagi terikat pada model distribusi konvensional yang memerlukan modal besar dan infrastruktur fisik (toko).

“Adik-adik Gen Z bisa ikut mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), minyak, gula, dan komoditas lainnya. Tidak perlu punya toko, cukup dari rumah dengan dukungan platform digital. Dan di situ bisa dapat ‘cuan’ (keuntungan),” kata Febby.

Pernyataan ini menyoroti bagaimana platform digital dapat berfungsi sebagai akselerator kewirausahaan. Peluang ini memungkinkan Gen Z memperoleh keuntungan (cuan) sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan bahan pokok sampai ke tangan konsumen secara efisien. Dengan lebih dari 27.000 jaringan distribusi Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola Bulog di seluruh Indonesia, potensi perluasan jaringan bagi wirausaha muda sangatlah besar.

Kemitraan Holistik dari Hulu hingga Hilir

Dukungan Bulog terhadap generasi muda tidak hanya terbatas pada sisi hilir (distribusi), tetapi juga mencakup seluruh spektrum rantai nilai, dari hulu (on-farm) hingga hilir (pergudangan dan pemasaran).

Bulog membuka ruang kemitraan yang luas, antara lain:

  • Hulu (On-Farm): Kerja sama langsung dengan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk penyerapan gabah dan beras. Generasi muda dapat berperan sebagai manajer rantai pasok yang menghubungkan petani ke Bulog.
  • Penggilingan: Penyediaan bahan baku untuk pabrik-pabrik penggilingan milik Bulog di sentra produksi.
  • Infrastruktur Pergudangan: Mengingat kapasitas gudang Bulog saat ini mencapai 3,8 juta ton, dan kebutuhan terus bertambah seiring peningkatan produksi dalam negeri, Bulog mengundang generasi muda yang memiliki lahan untuk bekerja sama membangun gudang komoditas. Kemitraan ini memperkuat kapasitas cadangan pangan nasional.

Dua Sisi Peran Bulog dan Stabilitas Harga

Febby Novita juga menegaskan peran ganda (dualisme fungsi) Bulog yang sangat vital bagi ketahanan pangan: menyerap gabah/beras petani di hulu (menjaga harga jual petani) dan menstabilkan harga pangan di hilir (melakukan operasi stabilisasi saat harga melonjak).

Baca Juga :

Jelang Piala Dunia U-17, Bima Sakti Ungkap Kegagalan Timnas Uji Coba dengan Jerman
Ismail Haniyeh Klaim Gencatan Senjata Antara Isreal dan Hamas Hampir Capai Kesepakatan

Kondisi pangan nasional menunjukkan perkembangan positif, di mana Indonesia diproyeksikan tidak melakukan impor beras di tahun 2025. Proyeksi produksi beras dalam negeri mencapai 34 juta ton, sementara konsumsi sekitar 31 juta ton per tahun. Walaupun surplus, pemerintah tidak boleh mengambil risiko.

“Ketersediaan beras harus tetap terjamin di seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah sulit akses seperti pegunungan Papua, meskipun biaya distribusinya tinggi,” ujarnya.

Penegasan ini menumbuhkan kesadaran pada generasi muda bahwa bisnis pangan bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan nasionalisme memastikan pemerataan akses pangan hingga ke pelosok negeri.

Momentum Transformasi: Dari Petani Menjadi Founder

Febby Novita menutup dengan pesan inspiratif, bahwa BUMN pangan ini juga membuka ruang pada sektor komersial yang lebih dinamis, mencakup pemasaran ayam, telur, daging, cabai, dan komoditas pangan lainnya.

“Peluangnya ada, dan ini momentum bagi generasi muda dari petani menjadi founder, dari lokal menjadi nasional,” ujar Febby.

Pesan ini adalah seruan eksplisit bagi Generasi Z untuk mengubah stigma sektor pertanian dan pangan dari bidang yang tradisional menjadi arena kewirausahaan yang inovatif dan terdigitalisasi. Dengan dukungan modal, jaringan, dan platform dari Bulog, generasi muda memiliki potensi untuk menjadi motor penggerak ekonomi pangan nasional.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:ajakAkseleratorBulogketahanan panganKetahanan Pangan NasionalKonsumenNasionalPemuda
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Telkomsel meluncurkan kartu by.U x UNPAM yang menawarkan benefit eksklusif bagi mahasiswa Akselerasi Kampus Digital! Telkomsel dan UNPAM Bersinergi Generasi Emas 2045
Next Article Journaling, Cara Kreatif Gen Z Menjaga Kesehatan Mental
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index