By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bupati di Aceh Akui Tak Mampu Tangani Bencana 47 Kampung Hilang, Pemerintah Pusat Ambil Alih Logistik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bupati di Aceh Akui Tak Mampu Tangani Bencana 47 Kampung Hilang, Pemerintah Pusat Ambil Alih Logistik

Terkini

Bupati di Aceh Akui Tak Mampu Tangani Bencana 47 Kampung Hilang, Pemerintah Pusat Ambil Alih Logistik

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Kondisi Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur setelah banjir bandang, Kamis (27/11) lalu. Desa ini kehilangan 83 rumah yang disapu banjir bandang. (foto, Antara)
SHARE

JAKARTA
Gelombang banjir dan longsor yang menerjang Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir mengungkapkan rentannya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana berskala besar. Tiga bupati secara terbuka menyatakan ketidakmampuan mereka menangani dampak bencana yang telah menelan korban jiwa dan menghilangkan puluhan kampung. Situasi ini memaksa pemerintah pusat mengambil alih distribusi logistik dari Jakarta dan Medan menggunakan jalur udara.

Peristiwa ini menjadi alarm bagi kesiapan daerah dalam menyusun dan menjalankan contingency plan, terutama menghadapi krisis alam yang berpotensi muncul kapan saja. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf sebelumnya melaporkan, sebanyak 47 kampung hilang tersapu banjir bandang dan longsor, menggambarkan skala kerusakan yang jauh melampaui kapasitas daerah untuk bertahan, apalagi memulihkan diri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat kini memikul seluruh proses pengiriman logistik ke Aceh karena akses darat terputus parah. Pengiriman dilakukan melalui udara dari Jakarta dan Medan.

“Pusat yang mengambil alih. Dropping dari Jakarta dan dari Medan,” ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (1/12).

Menurut Tito, Aceh sangat membutuhkan suplai pangan dari luar daerah, dan situasi ini tidak dapat ditangani dengan sumber daya lokal. “Dia perlu untuk dukungan satu, pangan. Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat. Dia enggak punya pesawat. Maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” ucapnya.

Akses jalan yang putus total membuat pengiriman darat mustahil dilakukan. Hal ini ikut melumpuhkan upaya penanganan pascabencana, termasuk mobilisasi alat berat untuk memperbaiki infrastruktur rusak.

“Bagaimana mungkin kemampuan Pemda Aceh Tengah untuk melakukan mobilisasi alat berat, memperbaiki jembatan, memperbaiki jalan-jalan yang pecah, patah, memperbaiki yang longsor. Terkunci dari utara, dari Lhokseumawe, juga terkunci dari selatan. Jadi jalan-jalannya betul-betul putus,”* jelasnya.

Lebih lanjut, pengakuan ketidaksanggupan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, dan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mencerminkan terbatasnya kemampuan kabupaten untuk menghadapi bencana dalam skala masif. Ini juga merujuk pada lemahnya kesiapan struktural pemerintah daerah dalam menghadapi krisis.

Meski demikian, Tito Karnavian menilai pengakuan para bupati tersebut sebagai hal yang dapat dimaklumi. “Kita melihat wajar enggak mampu karena di daerah yang tersulit, dari mana mau dapat makanan logistik kalau bukan minta bantuan kepada pemerintah yang di atasnya,”* ujarnya.

Baca Juga :

Sinergi Posyandu & SPPG! Kawal Anak dan Kesehatan Ibu dari Program MBG
Berumur 35 Tahun, Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Kebun Raya Cibodas

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap akan bertindak, terlepas dari pernyataan daerah. “Pemerintah pusat, mau dia katakan mampu, mau dia katakan nyerah, enggak mampu, pasti kita akan bekerja, membantu dan itu sudah sejak hari pertama,” kata Tito.

Hingga Selasa, 2 Desember 2025 pagi, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 631 orang, naik dari data Senin petang yang tercatat 604 jiwa di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Aceh, korban meninggal sebanyak 156 orang, dengan 181 orang masih hilang dan 1.800 orang terluka.

Data ini memperlihatkan skala bencana sudah melampaui batas penanganan daerah. Hilangnya 47 kampung di Aceh menunjukkan tingkat kerusakan ekstrem yang membutuhkan intervensi besar dari pemerintah pusat dan lembaga nasional.

Situasi ini semakin mempertegas perlunya Aceh — dan daerah lain di Indonesia — memiliki mekanisme kesiapsiagaan yang lebih kuat, sistem logistic buffer yang memadai, jalur evakuasi alternatif, dan perencanaan krisis yang lebih matang untuk menghadapi bencana berskala besar.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Aceh TimurBupati AcehMendagriTito Karnavian
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Banyak Teman Atau Circle Kecil, Mana yang Lebih Baik?
Next Article 5 Pekerjaan Menjanjikan untuk Lulusan SMA
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index