INVERSI.ID – Bau badan tak sedap kerap menjadi masalah yang mengganggu rasa percaya diri remaja. Meski umum terjadi setelah pubertas, kondisi ini tetap bisa dicegah dan dikendalikan dengan pola hidup yang sehat dan bersih.
Dilansir dari Mom Junction, perubahan hormon pada masa remaja memang dapat memicu produksi keringat berlebih, yang kemudian diurai oleh bakteri dan menghasilkan aroma tidak sedap. Oleh karena itu, penting bagi remaja dan orang tua untuk mengenali penyebab serta cara efektif mengatasi bau badan.
Apa Penyebab Bau Badan pada Remaja?
- Perubahan Hormon
Masa pubertas membuat kelenjar keringat (apokrin) lebih aktif. Keringat dari kelenjar ini, bila bercampur dengan bakteri di kulit, akan menghasilkan bau menyengat.
- Kebersihan Diri yang Kurang
Jarang mandi atau tidak mengganti pakaian bersih setiap hari memberi ruang bagi bakteri untuk berkembang.
- Konsumsi Makanan Beraroma Tajam
Bawang putih, bawang bombay, makanan pedas, dan produk olahan susu dapat memperparah bau badan karena memengaruhi komposisi keringat.
- Kondisi Medis Tertentu
Gangguan seperti hiperhidrosis (keringat berlebih) dan trimetilaminuria (bau amis akibat gangguan metabolisme) bisa membuat aroma tubuh lebih tajam.
- Stres dan Kecemasan
Tekanan emosional juga bisa memicu produksi keringat berlebih, terutama di area ketiak.
Cara Ampuh Mengatasi Bau Badan pada Remaja
- Mandi Teratur dengan Sabun Antibakteri
Mandi dua kali sehari dengan sabun antibakteri bisa membantu membunuh bakteri penyebab bau. Fokuskan pada area rentan seperti ketiak, kaki, dan selangkangan.
- Gunakan Deodoran atau Antiperspiran
Deodoran membantu menghilangkan bau, sedangkan antiperspiran mengurangi produksi keringat. Pilih produk yang mengandung aluminium klorida untuk hasil maksimal.
- Pilih Pakaian yang Menyerap Keringat
Gunakan pakaian berbahan katun atau kain bernapas lainnya. Hindari bahan sintetis seperti poliester yang membuat tubuh lembap dan memicu bau.
- Perhatikan Pola Makan
Batasi makanan penyebab bau seperti makanan tinggi lemak, bawang, dan makanan cepat saji. Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah segar, dan air putih.
- Gunakan Bahan Alami
Cuka apel atau baking soda bisa digunakan sebagai alternatif alami penghilang bau. Misalnya, oleskan cuka apel ke ketiak setelah mandi untuk menyeimbangkan pH kulit.
- Kelola Stres
Teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga, atau pernapasan dalam bisa mengurangi stres yang memicu produksi keringat berlebih.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika bau badan tetap muncul meski sudah menjaga kebersihan, atau jika disertai gejala seperti keringat berlebihan tanpa alasan jelas, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bau badan ekstrem bisa menjadi tanda adanya gangguan medis yang memerlukan penanganan khusus.
Remaja memang lebih rentan mengalami bau badan, namun kondisi ini bukanlah hal yang memalukan atau tak bisa diatasi. Dengan pola hidup sehat dan kebersihan yang terjaga, bau badan bisa dikendalikan agar remaja tetap nyaman dan percaya diri dalam menjalani kesehariannya.***