INVERSI.ID – Banyak yang mengira penyakit jantung hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Namun, sebuah studi terbaru justru membuktikan hal sebaliknya, remaja dengan tubuh sehat dan berat badan ideal pun ternyata bisa memiliki risiko gangguan jantung.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa remaja dengan kondisi pradiabetes, yakni kadar gula darah tinggi dan resistensi insulin memiliki kemungkinan hampir tiga kali lebih besar mengalami kerusakan struktur dan fungsi jantung.
Lebih mengejutkan lagi, kerusakan tersebut berkembang lima kali lebih cepat pada remaja perempuan dibanding laki-laki.
“Sudah waktunya kita memberi perhatian khusus pada kesehatan remaja,” ujar peneliti utama Andrew Agbaje dalam keterangan persnya.
“Meskipun terlihat sehat dan memiliki berat badan normal, remaja dengan kondisi medis tersembunyi seperti pradiabetes tetap berisiko tinggi mengalami gangguan jantung,” sambungnya.
Penelitian ini menggunakan data dari program kohort “Children of the 90s” milik Universitas Bristol, yang melibatkan 1.595 remaja berusia 17 hingga 24 tahun. Hasilnya memperlihatkan kaitan erat antara resistensi insulin, kadar gula darah, dan kerusakan jantung.
Apa Saja Risiko Gangguan Jantung pada Remaja?
Berikut adalah beberapa faktor gaya hidup dan kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gangguan jantung sejak usia remaja:
- Pradiabetes dan Resistensi Insulin
Remaja dengan kadar gula darah puasa ≥5,6 mmol/L berisiko tinggi mengalami penebalan otot jantung atau hipertrofi ventrikel kiri. Risiko ini melonjak hingga tiga kali lipat jika kadar gula darah mencapai ≥6,1 mmol/L.
Lebih jauh, resistensi insulin juga dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung hingga 10%.
“Peningkatan lemak tubuh dan resistensi insulin saling memperkuat, menciptakan siklus berbahaya bagi kesehatan jantung,” jelas Agbaje.
- Pola Makan Tidak Seimbang
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan karbohidrat olahan serta minim serat dan protein dapat memicu sindrom metabolik dan memperburuk resistensi insulin.
- Kolesterol Tinggi
Tingginya kadar kolesterol LDL sejak muda dapat memicu kerusakan arteri yang bersifat permanen. Ini diperparah oleh pola makan buruk, riwayat keluarga, dan obesitas.
- Tekanan Darah Tinggi
Remaja dengan hipertensi berisiko mengalami kerusakan jantung karena jantung harus bekerja ekstra keras. Kurang tidur dan stres kronis juga bisa memicu tekanan darah tinggi.
- Dislipidemia
Kondisi ini ditandai dengan trigliserida tinggi dan kolesterol baik (HDL) rendah, yang juga merupakan pemicu utama penyakit jantung.
- Gaya Hidup Tidak Aktif
Aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.
- Merokok dan Stres
Kebiasaan merokok serta stres jangka panjang ikut memperburuk kesehatan kardiovaskular remaja.
Kenapa Deteksi Dini Itu Penting?
Menurut Agbaje, dalam rentang tujuh tahun masa transisi dari remaja ke dewasa muda, angka pradiabetes meningkat lima kali lipat. Ini menunjukkan bahwa masa remaja adalah momen krusial untuk membentuk gaya hidup sehat, terlebih saat mereka mulai mandiri dari orang tua.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika kamu peduli dengan kesehatan jantung, berikut langkah-langkah preventif yang bisa dimulai sejak dini:
- Periksa kadar gula darah dan kolesterol secara berkala
- Terapkan pola makan bergizi seimbang
- Hindari makanan olahan berlebihan dan minuman manis
- Tidur cukup dan kelola stres dengan baik
- Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari
- Konsultasikan ke dokter jika ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung
Meskipun terlihat sehat dari luar, penting untuk mengenali dan menangani potensi risiko penyakit jantung sejak dini. Jangan tunggu sampai gejala muncul. Jaga jantungmu, mulai dari sekarang.***