By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Remaja Terlihat Sehat, Tapi Bisa Kena Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja Terlihat Sehat, Tapi Bisa Kena Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kesehatan

Remaja Terlihat Sehat, Tapi Bisa Kena Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Banyak yang mengira penyakit jantung hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Namun, sebuah studi terbaru justru membuktikan hal sebaliknya, remaja dengan tubuh sehat dan berat badan ideal pun ternyata bisa memiliki risiko gangguan jantung.

Contents
Apa Saja Risiko Gangguan Jantung pada Remaja?Apa yang Bisa Dilakukan?

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa remaja dengan kondisi pradiabetes, yakni kadar gula darah tinggi dan resistensi insulin memiliki kemungkinan hampir tiga kali lebih besar mengalami kerusakan struktur dan fungsi jantung.

Lebih mengejutkan lagi, kerusakan tersebut berkembang lima kali lebih cepat pada remaja perempuan dibanding laki-laki.

“Sudah waktunya kita memberi perhatian khusus pada kesehatan remaja,” ujar peneliti utama Andrew Agbaje dalam keterangan persnya.

“Meskipun terlihat sehat dan memiliki berat badan normal, remaja dengan kondisi medis tersembunyi seperti pradiabetes tetap berisiko tinggi mengalami gangguan jantung,” sambungnya.

Penelitian ini menggunakan data dari program kohort “Children of the 90s” milik Universitas Bristol, yang melibatkan 1.595 remaja berusia 17 hingga 24 tahun. Hasilnya memperlihatkan kaitan erat antara resistensi insulin, kadar gula darah, dan kerusakan jantung.

Apa Saja Risiko Gangguan Jantung pada Remaja?

Berikut adalah beberapa faktor gaya hidup dan kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gangguan jantung sejak usia remaja:

  1. Pradiabetes dan Resistensi Insulin

Remaja dengan kadar gula darah puasa ≥5,6 mmol/L berisiko tinggi mengalami penebalan otot jantung atau hipertrofi ventrikel kiri. Risiko ini melonjak hingga tiga kali lipat jika kadar gula darah mencapai ≥6,1 mmol/L.
Lebih jauh, resistensi insulin juga dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung hingga 10%.

“Peningkatan lemak tubuh dan resistensi insulin saling memperkuat, menciptakan siklus berbahaya bagi kesehatan jantung,” jelas Agbaje.

Baca Juga :

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir
114 T Rupiah Sudah Masuk. Tapi Pemerintah Siap Rem Produksi Batu Bara, Ada Apa?
  1. Pola Makan Tidak Seimbang

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan karbohidrat olahan serta minim serat dan protein dapat memicu sindrom metabolik dan memperburuk resistensi insulin.

  1. Kolesterol Tinggi

Tingginya kadar kolesterol LDL sejak muda dapat memicu kerusakan arteri yang bersifat permanen. Ini diperparah oleh pola makan buruk, riwayat keluarga, dan obesitas.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Remaja dengan hipertensi berisiko mengalami kerusakan jantung karena jantung harus bekerja ekstra keras. Kurang tidur dan stres kronis juga bisa memicu tekanan darah tinggi.

  1. Dislipidemia

Kondisi ini ditandai dengan trigliserida tinggi dan kolesterol baik (HDL) rendah, yang juga merupakan pemicu utama penyakit jantung.

  1. Gaya Hidup Tidak Aktif

Aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

  1. Merokok dan Stres

Kebiasaan merokok serta stres jangka panjang ikut memperburuk kesehatan kardiovaskular remaja.

Kenapa Deteksi Dini Itu Penting?

Menurut Agbaje, dalam rentang tujuh tahun masa transisi dari remaja ke dewasa muda, angka pradiabetes meningkat lima kali lipat. Ini menunjukkan bahwa masa remaja adalah momen krusial untuk membentuk gaya hidup sehat, terlebih saat mereka mulai mandiri dari orang tua.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Jika kamu peduli dengan kesehatan jantung, berikut langkah-langkah preventif yang bisa dimulai sejak dini:

  • Periksa kadar gula darah dan kolesterol secara berkala
  • Terapkan pola makan bergizi seimbang
  • Hindari makanan olahan berlebihan dan minuman manis
  • Tidur cukup dan kelola stres dengan baik
  • Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari
  • Konsultasikan ke dokter jika ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung

Meskipun terlihat sehat dari luar, penting untuk mengenali dan menangani potensi risiko penyakit jantung sejak dini. Jangan tunggu sampai gejala muncul. Jaga jantungmu, mulai dari sekarang.***

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Penyakit Jantungremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kisah Sukses Remaja 18 Tahun Raup Rp16 Miliar dari Dunia Crypto dan Trading
Next Article Bye Bau Badan! Tips Ampuh Biar Remaja Tetap Fresh Sepanjang Hari
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index