By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Children See, Children Do: Pentingnya Keteladanan dalam Pembentukan Karakter Anak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Children See, Children Do: Pentingnya Keteladanan dalam Pembentukan Karakter Anak

Terkini

Children See, Children Do: Pentingnya Keteladanan dalam Pembentukan Karakter Anak

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
9 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi
SHARE

Dalam dunia parenting dan pendidikan anak usia dini, satu prinsip yang terus digaungkan adalah “Children See, Children Do.” Ungkapan ini bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari kenyataan psikologis bahwa anak-anak belajar paling efektif melalui observasi dan peniruan. Mereka menyerap perilaku orang dewasa di sekitarnya, baik yang positif maupun negatif dan menjadikannya sebagai dasar pembentukan karakter.

Apa Itu Children See, Children Do?

“Children See, Children Do” adalah kampanye sosial yang pertama kali dikenal luas melalui video viral produksi NAPCAN (National Association for Prevention of Child Abuse and Neglect) di Australia. Video tersebut menampilkan anak-anak yang meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya—mulai dari merokok, berkata kasar, hingga berbuat baik—sebagai bentuk refleksi bahwa anak-anak adalah cermin dari lingkungan mereka.

Pesan utama dari kampanye ini adalah: anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi mereka meniru apa yang kita lakukan. Keteladanan jauh lebih kuat daripada instruksi verbal.

Teori Psikologi di Balik Children See, Children Do

Konsep ini sangat erat dengan teori pembelajaran sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Menurut Bandura, manusia belajar melalui observasi, imitasi, dan modeling. Anak-anak, khususnya di usia dini, sangat peka terhadap perilaku orang dewasa dan menjadikannya sebagai referensi utama dalam membentuk sikap dan nilai.

Keteladanan dalam teori Aristotelian juga menjadi landasan penting. Anak-anak tidak bisa diajarkan nilai moral hanya melalui ceramah, tetapi harus melalui praktik nyata yang mereka lihat setiap hari.

Peran Orang Tua dan Lingkungan dalam Pembentukan Karakter

Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama keluarga, terutama orang tua. Oleh karena itu, perilaku orang tua menjadi faktor dominan dalam pembentukan karakter anak. Beberapa contoh nyata:

Baca Juga :

Tokoh Politik hingga Partai Dukung Ganjar Erick Pimpin Indonesia Gantikan Jokowi Amin
Ariel NOAH Perankan Dilan di Film Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam
  • Jika orang tua sering berkata kasar, anak akan menganggap itu normal
  • Jika orang tua membuang sampah sembarangan, anak akan meniru
  • Jika orang tua menunjukkan empati dan kesabaran, anak akan belajar nilai-nilai tersebut

Lingkungan sekolah, media sosial, dan komunitas juga berperan besar. Guru, teman sebaya, dan konten digital menjadi sumber modeling yang kuat bagi anak-anak Gen Z dan Alpha.

Implementasi dalam Pendidikan Karakter

Konsep “Children See, Children Do” telah diadopsi dalam berbagai pendekatan pendidikan karakter di Indonesia, terutama yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Beberapa sekolah dan madrasah menerapkan metode keteladanan sebagai strategi utama:

  • Guru menjadi role model dalam kejujuran, disiplin, dan empati
  • Aktivitas harian seperti antre, berbagi, dan kerja kelompok dijadikan momen pembelajaran karakter
  • Program mentoring dan refleksi diri menjadi bagian dari kurikulum

Penelitian di Bandung dan Kendari menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk karakter anak usia dini secara konsisten dan berkelanjutan.

Tips Praktis untuk Orang Tua dan Guru

Berikut beberapa langkah konkret untuk menerapkan prinsip “Children See, Children Do” dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jadilah teladan dalam hal kecil: menyapa, membuang sampah, bersikap sopan
  • Hindari perilaku negatif di depan anak, termasuk saat stres
  • Libatkan anak dalam kegiatan sosial dan pengabdian
  • Gunakan momen keseharian sebagai ruang pembelajaran karakter
  • Refleksi bersama anak tentang perilaku yang mereka lihat dan lakukan

Dampak Jangka Panjang: Generasi Berkarakter

Anak-anak yang tumbuh dengan keteladanan positif cenderung memiliki:

  • Empati tinggi
  • Kemampuan sosial yang baik
  • Integritas dan tanggung jawab
  • Kemandirian dan rasa percaya diri

Sebaliknya, anak-anak yang terbiasa melihat perilaku negatif akan lebih rentan terhadap masalah perilaku, konflik sosial, dan kesulitan adaptasi.

Children See, Children Do, Kita Adalah Cermin Mereka

Children See, Children Do bukan hanya kampanye, tetapi filosofi hidup yang mengingatkan kita bahwa anak-anak adalah cermin dari dunia di sekitarnya. Mereka menyerap, meniru, dan merefleksikan apa yang mereka lihat setiap hari.

Sebagai orang tua, guru, dan masyarakat, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi cahaya yang menerangi jalan mereka. Karena setiap tindakan kita, sekecil apa pun, bisa menjadi pelajaran yang membentuk masa depan mereka.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:AnakAnak MudaChildrengen zremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sering Kesemutan atau Kebas? Bisa Jadi Tanda Neuropati, Hati-Hati Bisa Berujung Amputasi!
Next Article Ramalan Zodiak Hari Ini! Star Vibes Hari Ini! Energi Kosmik dan Pesan Zodiak Buat Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index