INVERSI.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Serang dan Kementerian Agama dalam menjaga moralitas peserta didik sebagai fondasi utama menuju terwujudnya generasi emas Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Zakiyah usai menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tingkat Kabupaten Serang yang digelar pada Sabtu. Menurutnya, penguatan moral dan nilai keagamaan harus menjadi perhatian bersama di tengah berbagai tantangan zaman.
“Saya mengajak Kementerian Agama Kabupaten Serang untuk terus menjaga moral anak-anak didik. Jika moral anak-anak sudah terjaga, maka akhlakul karimah nya akan baik juga,” kata Zakiyah.
Penguatan Moral Jadi Kunci Indonesia Emas
Zakiyah menilai, penguatan moral generasi muda merupakan aspek krusial dalam menyongsong visi Indonesia Emas. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada kecakapan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang mulia.
Karena itu, ia mendorong Kemenag Kabupaten Serang untuk terus memperkuat fondasi nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Sinergi yang produktif antara Kemenag dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, beretika, dan berdaya saing.
Kerukunan Sebagai Energi Kebangsaan
Menyoroti tema HAB ke-80 yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju, Zakiyah menegaskan bahwa makna kerukunan tidak berhenti pada absennya konflik. Kerukunan, menurutnya, harus dimaknai sebagai energi kebangsaan yang mampu merajut perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif demi kemajuan bersama.
Ia juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi masyarakat dan aparatur negara di era kecerdasan buatan serta situasi global yang serba tidak pasti atau dikenal dengan istilah VUCA.
“Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. ASN Kemenag harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” ucapnya.
ASN Kemenag Didorong Adaptif dan Responsif
Dalam konteks tersebut, Zakiyah menekankan pentingnya transformasi Aparatur Sipil Negara Kemenag agar mampu menjawab kebutuhan zaman. ASN diharapkan menjadi pribadi yang lincah, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif dalam memberikan pelayanan kepada umat.
Ia meyakini, dengan sinergi yang kuat, penguatan nilai keagamaan, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, Kemenag bersama pemerintah daerah dapat berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan siap menghadapi masa depan.