By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Delegasi Dunia Kagumi Petani Muda Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Delegasi Dunia Kagumi Petani Muda Indonesia

Terkini

Delegasi Dunia Kagumi Petani Muda Indonesia

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menerima kunjungan delegasi dari beberapa negara anggota Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC) dalam rangka kunjungan lapangan dan dialog bersama petani muda penerima manfaat Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) di Jawa Barat serta mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (26/4), Kementan menjelaskan bahwa Program YESS merupakan inisiatif Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk mendorong generasi muda mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi modern.

Sebanyak 12 delegasi dari India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa adopsi teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z.

“Petani milenial adalah kunci. Jika generasi muda mau turun ke sawah, menggunakan teknologi, dan memperoleh keuntungan, maka ekonomi desa akan bergerak lebih cepat,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa Program YESS telah menjadi contoh praktik baik yang layak diterapkan di berbagai negara.

“Ada banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang oleh para delegasi, mulai dari akses pasar, praktik pemberdayaan, hingga strategi mengoptimalkan peran anak muda dalam sektor pertanian,” kata Idha.

Project Manager Program YESS, Miko Harjanti, menambahkan bahwa YESS berfungsi sebagai jembatan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.

Dalam kunjungan ke Polbangtan Bogor, para delegasi diajak melihat langsung konsep Teaching Factory (TeFa), sebuah model pembelajaran berbasis produksi untuk memperkuat keterampilan praktis mahasiswa.

Baca Juga :

Ikuti Saran MUI, Penguburan Ikan Sapu-Sapu di Jaksel Dilakukan Terstandar
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026

“Target utama YESS adalah membantu transisi pemuda pedesaan agar siap bekerja di sektor pertanian. TeFa menjadi sarana untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha,” jelas Miko.

Dengan pendekatan vokasi ini, lulusan Polbangtan diharapkan langsung siap berkarier di sektor agribisnis.

Kesan Delegasi Internasional: Pertanian Bisa Menyenangkan

Salah satu delegasi asal Kenya, Maureen Maresi M’mbwanga, mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan pemerintah Indonesia bagi generasi muda di sektor pertanian.

Ia menyoroti pentingnya akses terhadap pendidikan, pembiayaan, dan pasar bagi wirausaha muda.

“Kami melihat bagaimana mahasiswa Polbangtan Bogor mampu mengadopsi teknologi seperti hidroponik modern untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ujar Maureen.

Menurutnya, penggunaan media sosial untuk memperluas pasar hingga level internasional juga menjadi kekuatan generasi muda Indonesia.

“Mereka tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tapi sudah berpikir global dengan target ekspor,” tambahnya.

Maureen menyatakan bahwa pengalaman selama di Indonesia menjadi inspirasi berharga untuk mendorong wirausaha muda di negaranya dengan dukungan teknologi dan inovasi.

“Pertanian kini bukan lagi pekerjaan membosankan. Dengan inovasi dan teknologi, pertanian justru menjadi bidang yang menyenangkan dan menjanjikan bagi generasi muda,” tutupnya.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:indonesiaPetani
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Siswa SMANISDA, Azkarana Almadira Wakili Indonesia Pada Ajang Asia Girls Campaign 2025 di Taiwan
Next Article 19 Finalis AYC 2025: Bukti Generasi Muda Bisa Ubah Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

8 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

10 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index