INVERSI.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menerima kunjungan delegasi dari beberapa negara anggota Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC) dalam rangka kunjungan lapangan dan dialog bersama petani muda penerima manfaat Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) di Jawa Barat serta mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (26/4), Kementan menjelaskan bahwa Program YESS merupakan inisiatif Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk mendorong generasi muda mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi modern.
Sebanyak 12 delegasi dari India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa adopsi teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z.
“Petani milenial adalah kunci. Jika generasi muda mau turun ke sawah, menggunakan teknologi, dan memperoleh keuntungan, maka ekonomi desa akan bergerak lebih cepat,” ujar Amran.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa Program YESS telah menjadi contoh praktik baik yang layak diterapkan di berbagai negara.
“Ada banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang oleh para delegasi, mulai dari akses pasar, praktik pemberdayaan, hingga strategi mengoptimalkan peran anak muda dalam sektor pertanian,” kata Idha.
Project Manager Program YESS, Miko Harjanti, menambahkan bahwa YESS berfungsi sebagai jembatan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.
Dalam kunjungan ke Polbangtan Bogor, para delegasi diajak melihat langsung konsep Teaching Factory (TeFa), sebuah model pembelajaran berbasis produksi untuk memperkuat keterampilan praktis mahasiswa.
“Target utama YESS adalah membantu transisi pemuda pedesaan agar siap bekerja di sektor pertanian. TeFa menjadi sarana untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha,” jelas Miko.
Dengan pendekatan vokasi ini, lulusan Polbangtan diharapkan langsung siap berkarier di sektor agribisnis.
Kesan Delegasi Internasional: Pertanian Bisa Menyenangkan
Salah satu delegasi asal Kenya, Maureen Maresi M’mbwanga, mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan pemerintah Indonesia bagi generasi muda di sektor pertanian.
Ia menyoroti pentingnya akses terhadap pendidikan, pembiayaan, dan pasar bagi wirausaha muda.
“Kami melihat bagaimana mahasiswa Polbangtan Bogor mampu mengadopsi teknologi seperti hidroponik modern untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ujar Maureen.
Menurutnya, penggunaan media sosial untuk memperluas pasar hingga level internasional juga menjadi kekuatan generasi muda Indonesia.
“Mereka tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tapi sudah berpikir global dengan target ekspor,” tambahnya.
Maureen menyatakan bahwa pengalaman selama di Indonesia menjadi inspirasi berharga untuk mendorong wirausaha muda di negaranya dengan dukungan teknologi dan inovasi.
“Pertanian kini bukan lagi pekerjaan membosankan. Dengan inovasi dan teknologi, pertanian justru menjadi bidang yang menyenangkan dan menjanjikan bagi generasi muda,” tutupnya.***