By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Didukung Kampus, Bahlil Gas Transisi Energi: Solusi Lepas dari Krisis Energi Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Didukung Kampus, Bahlil Gas Transisi Energi: Solusi Lepas dari Krisis Energi Global

EkonomiTerkini

Didukung Kampus, Bahlil Gas Transisi Energi: Solusi Lepas dari Krisis Energi Global

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Kalangan akademik mendukung langkah Kementerian ESDM untuk transisi energi agar tak ada lagi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap energi fosil impor yang rentan gejolak harga global. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Kekhawatiran masyarakat bahwa penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik akan membuat tagihan listrik melonjak mulai dijawab oleh kalangan akademisi. Sejumlah perguruan tinggi menyatakan transisi menuju energi bersih berbasis listrik justru lebih efisien dan berpotensi menghemat pengeluaran energi rumah tangga dalam jangka Panjang.

Dukungan tersebut memperkuat langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang tengah mempercepat program transisi energi nasional guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil impor yang rentan terhadap gejolak harga global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan perguruan tinggi diminta aktif mendukung percepatan transisi energi melalui riset dan inovasi teknologi.

Arahan tersebut disampaikan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis, 5 Maret 2026

Menurut Brian, riset kampus akan difokuskan pada pengembangan energi baru dan terbarukan, terutama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan teknologi solar cell yang dinilai lebih murah dibandingkan pembangkit listrik diesel.

“Perguruan tinggi diminta mempercepat kajian dan penelitian untuk mendukung pemanfaatan PLTS, terutama sebagai pengganti pembangkit diesel yang biaya operasionalnya masih mahal,” ujarnya.

Sejumlah kajian energi menunjukkan penggunaan listrik memiliki efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakar fosil.

Dalam sektor transportasi, kendaraan listrik mampu mengubah sekitar 70–80% energi menjadi tenaga gerak, sementara kendaraan berbahan bakar minyak hanya memanfaatkan sekitar 20–30% energi mesin.

Artinya, biaya operasional kendaraan listrik dalam jangka panjang dapat lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

Baca Juga :

Doa Ziarah Kubur saat Idul Fitri, Ini Keutamaan dan Tata Caranya
Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Indonesia Harus Duduk Sejajar denga Bangsa Lain

Hal yang sama juga berlaku pada sektor rumah tangga. Kompor listrik dinilai memiliki efisiensi panas yang lebih tinggi dibandingkan kompor gas, sehingga penggunaan energi dapat lebih optimal.

Pemerintah menilai percepatan penggunaan listrik dalam sektor transportasi dan rumah tangga merupakan strategi penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil.

Menurut Brian, fluktuasi harga BBM global selama ini menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan terhadap perekonomian nasional.

“Harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global. Karena itu Presiden meminta percepatan langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi,” jelasnya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik.

Selain sektor transportasi, pemerintah juga mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif kompor LPG.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor yang selama ini menjadi salah satu beban besar dalam anggaran subsidi energi.

Dengan berkurangnya konsumsi LPG subsidi, stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diharapkan dapat lebih terjaga.

Brian menegaskan bahwa dukungan perguruan tinggi akan memastikan setiap kebijakan transisi energi memiliki landasan ilmiah yang kuat. Bagi para akademisi, transisi energi bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi nasional.

Dengan memanfaatkan listrik dari sumber energi terbarukan seperti matahari, Indonesia berpeluang membangun sistem energi yang lebih stabil, lebih murah, dan lebih mandiri.

Dukungan riset dari perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa penggunaan listrik—baik untuk kendaraan maupun kebutuhan rumah tangga—justru menjadi solusi energi masa depan yang lebih hemat dan lebih berkelanjutan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Bahlil LahadaliaBrian YuliartoPLTSTransisi energi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ada Apa di Balik Telegram Panglima Soal Siaga I TNI? Pakar Ingatkan Risiko “Dual Command”
Next Article Siswa SMA di Nias Curhat ke Prabowo, Program MBG Disebut Belum Sampai ke Sekolahnya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

1 day ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index