Halo Inversi! Sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Berau kini dipandang serius bukan sekadar side-project, melainkan pilar utamamasa depan ekonomi daerah. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai leader dalam strategi pengembangan ekonomi lokal ini, Kamis (6/11/2025).
Menurut Sutami, Creative Economy lebih dari sekadar mencari untung; ia adalah kontribusi terhadap identitas dan daya saing daerah. Anak-anak muda Berau harus melihat ini sebagai peluang emas untuk membangun bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.
GOVERNMENT HACKS: PEMDA HARUS JADI KATALIS
Sutami mengakui bahwa youth talent Berau memiliki kreativitas tinggi, tetapi masih minim support system. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera menjadi katalis aktif:
“Pemkab harus berperan sebagai katalis. Program seperti inkubator bisnis, pelatihan digital marketing, dan akses permodalan harus lebih digencarkan agar anak muda bisa memulai usaha mereka dengan langkah yang lebih kokoh,” tegasnya.
Peran Katalis yang dimaksud Sutami berarti Pemkab harus memfasilitasi percepatan (acceleration) pertumbuhan bisnis tanpa mendominasi. Ini melibatkan penyediaan infrastruktur skill (pelatihan digital) dan infrastruktur modal (access to finance).
LOCAL WISDOM POWER: KEARIFAN LOKAL SEBAGAI USP
Sutami menekankan bahwa basis bisnis kreatif harus memanfaatkan kearifan lokal Berau. Produk yang berakar pada budaya dan sumber daya daerah memiliki nilai tambah (added value) yang tinggi di pasar global.
“Potensi alam dan budaya Berau sangat besar. Dengan inovasi, kita bisa mengolah ini menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti kerajinan tangan, kuliner khas, atau pariwisata berbasis pengalaman,”tambahnya.
This is the unique selling proposition (USP) Berau. Mereka tidak perlu meniru tren luar, tetapi memperkuat identitas lokal dengan packaging yang modern dan marketable.
ECOSYSTEM BUILDING: KOLABORASI PENTAHELIX
Untuk menciptakan ekosistem bisnis yang solid, Sutami mengusulkan kemitraan strategis atau kolaborasi pentahelix(Pemerintah, Swasta, Akademisi, Masyarakat, Media).
“Kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta sangat penting. Dengan bantuan teknologi dan jaringan, bisnis kreatif anak muda Berau bisa menembus pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Sutami optimistis bahwa dengan dukungan yang tepat, Creative Economy akan menjadi tonggak baru yang menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Youth talent Berau adalah aset masa depan yang siap membawa dampak besar bagi perekonomian lokal.