Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Tenaga Ahli Menteri, Muhammad Iksan Kiat, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi mahasiswa bertajuk Project Mindset Shifting. Kegiatan ini berlangsung di Ubud, Bali, dan melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menggali ide dan gagasan segar dalam pengembangan potensi energi lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ESDM untuk membangun ekosistem energi yang inklusif, partisipatif, dan berbasis komunitas, dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama perubahan.
Muhammad Iksan Kiat menegaskan bahwa pemuda tidak hanya harus siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi. Melalui Project Mindset Shifting, mahasiswa diajak untuk:
- Mengidentifikasi potensi energi lokal di daerah masing-masing
- Merancang solusi berbasis teknologi dan sosial untuk pemanfaatan energi
- Membangun kesadaran akan pentingnya transisi energi bersih dan berkelanjutan
“Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda. Mereka bukan hanya pengguna energi, tapi juga pencipta solusi,” ujar Iksan dalam sesi diskusi.
Indonesia memiliki kekayaan sumber energi lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Beberapa potensi yang dibahas dalam forum ini meliputi:
- Energi panas bumi (geothermal) di wilayah pegunungan
- Biomassa dari limbah pertanian dan peternakan
- Energi surya di daerah tropis dan pesisir
- Mikrohidro di wilayah aliran sungai kecil
Mahasiswa diajak untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ini, serta menyusun proposal inovatif yang bisa diimplementasikan secara lokal.
Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara ESDM, kampus, dan komunitas energi. Beberapa langkah konkret yang dirancang:
- Pembentukan Kelompok Studi Energi Lokal di kampus
- Program magang dan riset bersama ESDM dan BUMN energi
- Kompetisi ide dan prototipe teknologi energi terbarukan
- Pelatihan teknis dan manajerial untuk mahasiswa dan komunitas
Kampus menjadi pusat inovasi dan edukasi, sementara komunitas menjadi laboratorium sosial untuk implementasi gagasan.
Salah satu contoh nyata pemanfaatan energi lokal adalah program Biapong (Babi Potong Organik) yang diinisiasi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara. Program ini menggabungkan peternakan babi dengan pemanfaatan energi panas bumi dan limbah organik.
Biapong menjadi model integrasi antara energi terbarukan, ekonomi lokal, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Mahasiswa diajak untuk mempelajari model ini dan mengadaptasinya sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
Meski menjanjikan, pengembangan energi lokal menghadapi tantangan:
- Kurangnya literasi energi di kalangan muda
- Keterbatasan akses teknologi dan pendanaan
- Minimnya dukungan regulasi di tingkat daerah
- Stigma bahwa energi lokal tidak efisien
Untuk mengatasi hal ini, ESDM akan:
- Menyusun modul edukasi energi untuk kampus
- Menyediakan dana riset dan inkubasi ide mahasiswa
- Mendorong regulasi pro-energi lokal di tingkat provinsi
- Mengadakan roadshow dan kampanye publik
Kegiatan penjaringan aspirasi mahasiswa oleh Tenaga Ahli ESDM menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan energi nasional yang berbasis lokal dan partisipatif. Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah berharap tercipta ekosistem energi yang inovatif, berkelanjutan, dan inklusif.
Karena masa depan energi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh semangat dan kontribusi generasi muda yang siap menjadi agen perubahan.