By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Beroperasi 2027, Tindak Lanjut Arahan Presiden soal Krisis Sampah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Beroperasi 2027, Tindak Lanjut Arahan Presiden soal Krisis Sampah

Ekonomi

ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Beroperasi 2027, Tindak Lanjut Arahan Presiden soal Krisis Sampah

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot berbicara dalam acara "Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi" di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot berbicara dalam acara "Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi" di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengolahan sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah membidik agar proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa mulai beroperasi pada 2027, seiring meningkatnya urgensi penanganan sampah di kota-kota besar yang kian mendekati kondisi krisis.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot saat membuka Roundtable Discussion bertema Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi di Jakarta, Selasa 3 Februari. Menurut Yuliot, persoalan sampah perkotaan kini menjadi prioritas nasional yang dipantau langsung oleh Presiden.

“Di beberapa kota besar ini sudah terjadi krisis sampah, krisis penanganan sampah. Karena itu, Kementerian ESDM memprioritaskan bagaimana sampah bisa diolah menjadi energi atau waste to energy,” ujar Yuliot.

Ia menegaskan bahwa konversi sampah menjadi listrik bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Landasan kebijakan program ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Regulasi tersebut dinilai menjadi instrumen penting untuk memecah kebuntuan pengelolaan sampah yang selama ini bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir dan berujung penumpukan.

Yuliot menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan proyek PLTSa adalah kepastian mekanisme pembiayaan yang menarik bagi investor. Pemerintah memastikan skema finansial yang lebih kompetitif, termasuk penyesuaian harga jual listrik dan kepastian biaya layanan pengolahan sampah atau tipping fee.

“Harga jual listrik itu sudah naik, sekitar 20 sen dolar,” katanya, mengindikasikan adanya insentif tarif yang jauh lebih menarik dibandingkan ketentuan sebelumnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk menutup selisih antara Biaya Pokok Penyediaan pembangkitan dengan harga keekonomian proyek. Menurut Yuliot, perhitungan subsidi dilakukan secara cermat agar tidak membebani anggaran negara namun tetap menjamin kelayakan bisnis.

Baca Juga :

BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet SEA Games 2025 di Istana, Insentif Medali Emas Naik Menjadi Rp1 Miliar

“Selisih antara biaya pembangkitan dan harga listrik akan dihitung sebagai subsidi, dengan mempertimbangkan kapasitas dan harga pokok penyediaan,” ujarnya.

Dalam peta jalan ESDM, proyek PLTSa ditargetkan berkontribusi signifikan terhadap bauran Energi Baru Terbarukan. Meski target operasi penuh akan berjalan bertahap hingga 2034, langkah awal akan dimulai pada 2026 dengan pembangunan fisik proyek.

“Jika lahannya sudah tersedia, dari groundbreaking biasanya membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 tahun. Diharapkan pada 2027 sudah ada PLTSa yang mulai beroperasi,” tegas Yuliot.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Kepala Negara menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Menurut Prabowo, persoalan sampah telah menjadi masalah krusial di hampir seluruh daerah.

“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua tempat pembuangan akhir akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028, bahkan bisa lebih cepat,” kata Prabowo.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini, disertai sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Presiden juga meminta agar proses groundbreaking segera dilakukan agar proyek dapat berfungsi dalam dua tahun ke depan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menghasilkan energi bersih yang mendukung transisi energi dan target dekarbonisasi nasional.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
TAGGED:ESDMKementerian ESDMListrik
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Nelayan Kecil Bisa Dapat “Hadiah Lebaran”? Ini Usulan DPR ke KKP
Next Article DPR Ingatkan Pemerintah, Swasembada Bukan Sekadar Stok
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index