INVERSI.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengajak seluruh Generasi Z (Gen Z) untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks di tengah era kecerdasan buatan (AI) dan situasi global yang penuh VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Dalam dunia kerja modern yang cepat berubah, Gen Z dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga soft skills serta literasi keuangan yang kuat.
Associate Professor FEB UI, Dyah Setyaningrum, dalam keterangan di Jakarta, Senin (7/7), menekankan pentingnya Gen Z untuk mengasah kemampuan diri secara holistik agar tidak tergilas oleh perkembangan teknologi. “Generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan hard skill. Kemampuan seperti kreativitas, empati, dan problem solving justru menjadi pembeda yang sulit digantikan AI,” ujarnya.
Dyah menambahkan, FEB UI telah merancang kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja saat ini. Hal ini sejalan dengan komitmen kampus untuk mendampingi mahasiswa menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi dan dinamika global.
Tantangan Gen Z di Tengah Revolusi AI
Era AI membawa banyak peluang, tetapi juga tantangan nyata bagi dunia kerja. Data FEB UI menyebutkan, hanya sekitar 14 persen Gen Z di Indonesia yang pernah mendapatkan pelatihan formal terkait kecerdasan buatan. Ironisnya, sekitar dua pertiga dari mereka justru merasa cemas pekerjaan mereka kelak akan tergantikan oleh AI.
Menurut Dyah, fenomena ini memperlihatkan adanya gap besar antara kesiapan Gen Z dengan tuntutan dunia kerja yang kian terdigitalisasi.
“Ketakutan itu wajar. Namun justru harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kemampuan diri, bukan menyerah,” katanya.
FEB UI pun merespons kegelisahan ini dengan mengadakan berbagai program penguatan soft skills, literasi digital, dan pengelolaan keuangan yang menyasar mahasiswa sejak semester awal. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat aspek-aspek yang tidak bisa sepenuhnya dikuasai oleh mesin, sehingga lulusan FEB UI tetap relevan di pasar kerja.
Soft Skills Jadi Pembeda di Era VUCA
Selain perkembangan teknologi, dunia kerja saat ini juga berada dalam kondisi VUCA, yaitu tidak menentu, kompleks, dan ambigu. Hal ini membuat soft skills seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan berpikir kritis semakin vital bagi Gen Z.
Dyah menjelaskan, AI bisa saja menggantikan banyak pekerjaan berbasis aturan, tetapi kreativitas manusia tetap tak tergantikan.
“Misalnya kemampuan melihat peluang, menyusun strategi di tengah ketidakpastian, hingga berempati dengan tim dan klien, itu semua hanya bisa dilakukan manusia,” terangnya.
FEB UI juga memperkuat kurikulum dengan mata kuliah dan workshop yang mengasah kecerdasan emosional mahasiswa, kemampuan kolaborasi lintas disiplin, hingga literasi keuangan. Hal ini dianggap penting karena banyak Gen Z yang belum memiliki perencanaan keuangan matang untuk masa depan mereka.
Literasi Keuangan Gen Z Masih Rendah
Selain soft skills, kemampuan mengatur keuangan juga menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi Gen Z. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa meski tingkat inklusi keuangan Gen Z sudah mencapai lebih dari 75 persen, tingkat literasi keuangannya baru di kisaran 65 persen.
Dyah menyayangkan gap ini karena bisa berdampak pada ketidakstabilan finansial di masa depan.
“Kami ingin lulusan FEB UI tidak hanya cakap di tempat kerja, tetapi juga mandiri secara finansial. Maka dari itu, literasi keuangan kami tekankan sejak awal perkuliahan,” jelasnya.
Dengan pemahaman yang baik soal investasi, menabung, dan mengelola utang, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi risiko-risiko ekonomi yang tidak terduga.
FEB UI Siapkan Lulusan Adaptif dan Tangguh
Seluruh upaya yang dilakukan FEB UI bertujuan mencetak generasi muda yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga adaptif dan mampu berkembang dalam lingkungan yang serba dinamis. Menurut Dyah, tantangan masa depan akan semakin kompleks, tetapi juga penuh peluang bagi mereka yang siap.
“Kami ingin mahasiswa memiliki mental growth mindset, tidak cepat menyerah, selalu ingin belajar, dan berani mengambil keputusan. Nilai-nilai itu yang akan membuat mereka unggul di era modern,” tandasnya.
FEB UI juga aktif bekerja sama dengan dunia industri, lembaga internasional, dan komunitas kreatif untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Melalui magang, proyek kolaboratif, hingga pelatihan industri, lulusan FEB UI diharapkan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.
Wujudkan Generasi Tangguh di Era AI
Tantangan kerja di era AI dan VUCA bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru, bagi Gen Z yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan beradaptasi, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk berkembang lebih cepat. Dengan memadukan keterampilan teknis, soft skills, dan literasi keuangan yang baik, mereka bisa menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.
FEB UI telah membuktikan komitmennya dalam mendampingi mahasiswa melalui kurikulum adaptif, pelatihan berbasis kebutuhan industri, hingga pembinaan keuangan. Dukungan ini diharapkan mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru di tengah disrupsi teknologi.
Generasi muda Indonesia kini dihadapkan pada pilihan: menjadi penonton atau pemain di era baru ini. Dengan persiapan yang tepat, mereka bisa menjadi pemain utama yang membawa perubahan positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.***