By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Game Online Jadi Pintu Masuk Terorisme Digital di Kalangan Anak Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Game Online Jadi Pintu Masuk Terorisme Digital di Kalangan Anak Muda

Terkini

Game Online Jadi Pintu Masuk Terorisme Digital di Kalangan Anak Muda

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Fenomena perekrutan anak-anak dan remaja oleh jaringan teroris melalui game online kini menjadi sorotan serius di tengah pesatnya budaya digital di kalangan muda. Menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, strategi ini muncul karena kelompok teroris memahami cara berpikir generasi digital dan memilih ruang yang dianggap “menyenangkan” untuk menyusupkan pengaruh ideologi mereka.

Dia menjelaskan bahwa kelompok radikal memanfaatkan dunia game, seperti Roblox, untuk menjangkau target dengan pendekatan yang lebih halus dan emosional.

“Adalah hal yang lumrah jika kita atau siapa pun berusaha memengaruhi orang lain lewat hal yang disukai. Bagi anak-anak dan remaja, game online adalah hal yang disukai, di mana mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam,” kata Adrianus saat dihubungi, Rabu (15/10/2025).

“Ketika Roblox dianggap disukai, maka anak-anak dan remaja tidak hanya akan berlama-lama bermain game, tapi juga mulai terpengaruh secara perlahan oleh nilai yang secara tidak langsung tertanam dalam game tersebut,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Adrianus menegaskan bahwa fenomena ini bukan berarti kelompok teroris secara eksklusif menargetkan anak muda, melainkan bagian dari strategi perekrutan yang lebih luas.

“Ada yang mengejar pemilik modal atau orang kaya untuk memperoleh kapital, ada yang berusaha mempengaruhi politisi atau selebritas untuk memperoleh reputasi atau publikasi. Ada yang berusaha masuk kampus agar dekat dengan kalangan intelektual, dan ada juga yang mendekati anak muda untuk memperoleh pasokan penempur atau mereka yang berani menjadi ‘pengantin’,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa bahaya dari pola rekrutmen semacam ini tidak hanya terletak pada penyebaran ideologi ekstrem, tetapi juga pada dampak psikologis dari kecanduan game online.

“Kalau anak atau remaja kecanduan game online dan memperlihatkan perilaku aneh seperti tak bisa lepas dari handphone, itu adalah tangga pertama menuju masalah yang lebih serius,” ucapnya.

Menurutnya, kecanduan ini bisa melemahkan daya kritis dan membuka ruang bagi masuknya pengaruh negatif tanpa disadari.

Baca Juga :

Pola Tidur Berubah, Tips Hindari Ngantuk saat Berkendara di Bulan Puasa
Daftar Ancaman Sanksi yang Mengintai Iptu Rudiana, Jika Terbukti Lakukan Ini di Kasus Vina Cirebon

Namun demikian, Adrianus menegaskan bahwa tidak semua game online secara langsung mengarah pada ekstremisme.

“Saya tidak percaya hanya karena bermain game lalu anak menjadi teroris. Game membuat anak atau remaja menjadi lebih rapuh atau rentan terhadap kemungkinan terterpa nilai-nilai ekstremisme yang mendukung perilaku terorisme. Perlu interaksi lanjutan dengan pihak yang menyebarkan ideologi itu,” katanya.

Untuk mencegah hal ini berkembang lebih jauh, Adrianus berharap adanya langkah konkret dari pemerintah, khususnya melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Pelarangan game online memang bukan kewenangan BNPT. Tapi BNPT bisa memberikan saran kepada Kementerian Komunikasi dan Digital untuk melakukan takedown terhadap game online tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono juga menegaskan bahwa modus baru ini merupakan ancaman yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut kelompok teroris kini menyusup melalui platform permainan daring untuk membangun simpati dan menggaet calon anggota dari kalangan usia muda.

“Sedikitnya 13 anak dari berbagai daerah di Indonesia telah terhubung melalui permainan daring Roblox, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi jaringan simpatisan teroris,” kata Eddy Hartono dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Menurut Eddy, pola rekrutmen ini dilakukan secara sistematis dan licin. Interaksi yang awalnya terjadi di dalam dunia permainan secara perlahan dialihkan ke platform komunikasi tertutup seperti Telegram dan WhatsApp. Di ruang privat inilah, proses indoktrinasi berlangsung lebih intensif tanpa pengawasan publik. Fenomena ini menjadi peringatan bahwa kelompok teroris kini tak hanya memanfaatkan dunia nyata, tetapi juga dunia maya sebagai lahan baru dalam menyebarkan pengaruh dan ideologinya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Anak MudaGame Onlineterorisme
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jennie BLAKPINK Tumbler Kini Jadi Fashion Statement Gen Z
Next Article Erick Thohir Optimis Indonesia dapat 120 Emas untuk Timnas Difabel di Thailand
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index