INVERSI.ID – Garuda Indonesia memperkuat layanan penerbangan haji 2026 dengan pendekatan ramah lansia, seiring meningkatnya jumlah jamaah lanjut usia pada musim haji tahun ini. Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan, kesiapan armada, serta peningkatan kualitas layanan bagi seluruh penumpang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan operasional secara menyeluruh untuk menyambut penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 yang dijadwalkan mulai 21 April.
“Kami menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia, sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini,” kata Glenny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Maskapai pelat merah tersebut memastikan seluruh elemen operasional berjalan terintegrasi, mulai dari kesiapan pesawat, kru, layanan darat, hingga pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman. Tahun ini, perhatian khusus diberikan kepada sekitar 18 ribu jamaah lansia atau setara 18 persen dari total penumpang, termasuk jamaah dengan kebutuhan khusus.
Berbagai layanan tambahan disiapkan untuk mendukung mobilitas dan kenyamanan, baik di darat maupun selama penerbangan. Awak kabin juga diperkuat perannya dalam memberikan pendampingan intensif bagi jamaah lansia dan disabilitas.
“Hal itu menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jamaah,” lanjut Glenny.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Garuda Indonesia menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, bus jamaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah bandara, layanan bagasi khusus, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Untuk kenyamanan selama penerbangan jarak jauh, jamaah akan mendapatkan dua kali makan utama dan satu kali makanan ringan, serta akses hiburan di dalam pesawat. Fasilitas tambahan seperti portable bidet di lavatory juga disediakan.
Dari sisi sumber daya manusia, Garuda Indonesia menyiapkan lebih dari 1.085 kru, terdiri dari 731 awak kabin, 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat yang akan mendukung operasional di seluruh embarkasi.
Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia dijadwalkan melayani sekitar 102.502 calon jamaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, termasuk Jakarta, Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Proses keberangkatan berlangsung bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase awal menuju Madinah pada 21 April–6 Mei, kemudian dilanjutkan ke Jeddah pada 7–21 Mei. Sementara itu, pemulangan jamaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Penerbangan perdana akan diberangkatkan dari Yogyakarta pada 21 April pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.
Glenny menambahkan bahwa keberhasilan operasional haji tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk regulator, otoritas bandara, hingga seluruh lini operasional perusahaan.
“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo,” katanya.
Untuk mendukung operasional tersebut, Garuda Indonesia menyiapkan total 15 pesawat berbadan lebar, terdiri dari armada milik sendiri dan sewa, termasuk Boeing 777-300ER, Airbus A330-300, dan Airbus A330-900neo.
Seluruh armada dipastikan dalam kondisi optimal melalui program perawatan berlapis serta telah memenuhi sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai syarat utama operasional haji.