By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gunung Kayu Pascabencana, Kemenhut Hadapi Pekerjaan Panjang Pulihkan Sumatera
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gunung Kayu Pascabencana, Kemenhut Hadapi Pekerjaan Panjang Pulihkan Sumatera

Terkini

Gunung Kayu Pascabencana, Kemenhut Hadapi Pekerjaan Panjang Pulihkan Sumatera

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Upaya pembersihan yang dilakukan oleh tim gabungan Kemenhut, TNI, BNPB dan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh. (Foto, Antara/HO-Kemenhut)
SHARE

JAKARTA

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menyisakan persoalan besar yang tak langsung terlihat, tumpukan kayu gelondongan dan lumpur dalam skala masif.Inilah pekerjaan berat dan panjang yang kini menanti Kementerian Kehutanan (Kemenhut), yang harus memastikan pemulihan lingkungan, akses publik, hingga denyut ekonomi warga bisa kembali bergerak.

Kemenhut saat ini menggeber pembersihan limbah kayu dan material sisa bencana secara serentak di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Operasi ini melibatkan tim gabungan lintas sektor—mulai dari UPT Kemenhut, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat—dengan dukungan puluhan alat berat.

Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, pembersihan difokuskan pada kawasan vital seperti Pesantren Darul Mukhlisin dan wilayah Langkahan. Lebih dari 200 personel dan 27 unit alat berat dikerahkan, dengan progres pembersihan yang telah mencapai sekitar 40 persen. Meski demikian, medan berat dan sebaran material kayu berukuran besar membuat proses ini diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menegaskan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar menyingkirkan kayu tumbang, tetapi juga menyentuh pemulihan fungsi sosial masyarakat.

“Selain menyingkirkan kayu dan material lumpur, kami juga fokus membersihkan ruang belajar dan area masjid agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat segera kembali berjalan,” ujar Subhan, dikutip dari laman resmi Kemenhut, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, pembukaan jalur pintu air dan pengeringan area tergenang menjadi tahapan krusial agar lingkungan pesantren dan permukiman sekitar benar-benar pulih.

Skala kerusakan yang ditangani memang tidak kecil. Data BNPB mencatat, bencana di Aceh Tamiang saja merusak 2.800 rumah, 127 fasilitas umum, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, serta dua jembatan. Banyak di antaranya tertimbun kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang.

Di wilayah Langkahan, Aceh Utara, tim gabungan Kemenhut, TNI, dan warga membuka kembali akses jalan sepanjang satu kilometer, disusul pembukaan tambahan empat kilometer jalan desa. Pembersihan juga menyasar fasilitas pendidikan, termasuk SD Negeri 12 Langkahan, demi memastikan aktivitas belajar bisa kembali berlangsung.

Baca Juga :

Lebih dari 2.000 Gen Z Ramaikan Masjid Istiqlal dalam ‘Peaceful Muharam 2025’
Profil dan Biodata David da Silva, Striker Gacor Persib di Leg Pertama Final Liga 1 2023/2024

Sementara itu di Sumatera Utara, pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Gangga, dan kawasan Hutan Godang, dengan fokus pada area jembatan, rumah warga, pasar, serta pembuatan parit saluran air. Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menekankan pentingnya peran warga dalam proses panjang ini.

“Kami bekerja bersama masyarakat untuk memastikan akses vital dan fasilitas umum segera pulih, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga bisa kembali normal,” kata Novita.

Di Sumatera Barat, tantangan berbeda muncul di kawasan pesisir. Sejak 20–23 Desember 2025, tim rimbawan UPT Kemenhut, Manggala Agni, dan Pemprov Sumbar membersihkan tumpukan kayu di pantai Kota Padang sepanjang 5,6 kilometer. Proses dilakukan bertahap demi keselamatan petugas dan efektivitas penanganan.

Kepala BBKSDA Sumatera Barat, Hartonomenegaskan bahwa pekerjaan belum selesai. “Kami memprioritaskan area yang paling terdampak dan ramai aktivitas masyarakat. Pembersihan akan dilanjutkan hingga kawasan muara Penjalinan agar kawasan pesisir kembali aman dan bersih,” ujarnya.

Kemenhut menegaskan seluruh proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi, aman, dan berkelanjutan, mengingat skala limbah kayu pascabencana bukan persoalan jangka pendek.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Aceh TamiangKementerian KehutananPesantren Darul MukhlisinTumpukan kayu
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Akses Terputus, Petugas PLN Tetap Bergerak Nyalakan Listrik di Aceh Tengah
Next Article Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index