By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan, Status Masih Siaga
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan, Status Masih Siaga

MBGTerkini

Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan, Status Masih Siaga

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Luncuran awan panas guguran yang terpantau dari Kecamatan Pronojiwo pada Rabu (14/1/2026). (Foto : ANTARA/PVMBG)
Luncuran awan panas guguran yang terpantau dari Kecamatan Pronojiwo pada Rabu (14/1/2026). (Foto : ANTARA/PVMBG)
SHARE

JAWA TENGAH, INVERSI – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Rabu sore setelah terpantau meluncurkan awan panas guguran serta memicu banjir lahar hujan.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut hingga kini masih berada pada status Siaga atau Level III, sehingga masyarakat di sekitar lereng gunung diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan kegempaan pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, tercatat satu kali gempa awan panas guguran. Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 20 milimeter dengan durasi mencapai 2.316 detik, yang menunjukkan adanya pergerakan material panas dari puncak gunung.

“Awan panas guguran teramati hingga berhenti pada pukul 16.55 WIB. Jarak luncurannya masih dalam batas aman dan tidak mengarah ke permukiman warga di lereng Gunung Semeru,” kata Yadi.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan dampak langsung terhadap kawasan hunian penduduk.

Selain awan panas guguran, aktivitas Gunung Semeru juga ditandai dengan terjadinya satu kali gempa getaran banjir lahar hujan. Gempa tersebut terekam dengan amplitudo 25 milimeter dan durasi cukup panjang, yakni 3.705 detik.

Kondisi ini menunjukkan adanya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan melalui sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak.

Dalam periode pengamatan yang sama, petugas juga mencatat sebanyak 31 kali gempa letusan atau erupsi. Gempa-gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 milimeter dengan lama gempa 54 hingga 177 detik.

Selain itu, terekam pula dua kali gempa guguran dengan amplitudo 5 hingga 8 milimeter, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 milimeter, serta satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 4 milimeter.

Baca Juga :

Dorong Kemandirian Energi, Menteri Bahlil Optimistis Impor Solar Nol pada 2026 Lewat B50
Timbul Marganda Lingga Kembali Terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Pematangsiantar

Dari hasil pengamatan visual, Yadi menyampaikan bahwa Gunung Semeru tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III, sehingga asap kawah tidak teramati secara jelas.

“Kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung, dengan arah angin lemah menuju tenggara,” ujarnya. Kondisi cuaca ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko terjadinya lahar hujan apabila intensitas hujan meningkat.

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kembali mengeluarkan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat.

Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena masih berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” kata Yadi.

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut menjadi jalur utama aliran material vulkanik dari Gunung Semeru.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama aktivitas erupsi masih berlangsung.

PVMBG juga mengimbau warga untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar hujan di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Daerah-daerah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak aliran Besuk Kobokan.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.

Warga di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:erupsiGunung Semeru
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Waspada Child Grooming, Menteri PPPA Minta Peran Aktif Keluarga
Next Article Wamenpora Taufik Hidayat, menghadiri peresmian perkantoran baru pelatnas (PP PBSI), ruang gym, dan juga gudang. (Foto : kemenpora.go.id/Andre) Wamenpora Taufik Hidayat Hadiri Peresmian Fasilitas Baru Pelatnas PBSI di Cipayung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index