INVERSI.ID – Profesor Bungaran Seragih, Guru Besar IPB University sekaligus Mantan Menteri Pertanian RI (2000–2004), menyampaikan pesan penting bagi generasi muda Indonesia agar menjadi pelopor dalam sektor agribisnis.
Prof Bungaran menekankan bahwa agribisnis bukan hanya soal bertani, tapi tentang sistem bisnis menyeluruh di sektor pertanian yang mampu berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sayangnya, banyak anak muda yang langsung pesimis ketika mendengar kata pertanian,” ujar Prof Bungaran.
“Mereka mengira pertanian hanya sebatas menanam padi, padahal peluang bisnisnya sangat luas dan menguntungkan,” sambungnya.
Agribisnis: Peluang Nyata untuk Anak Muda
Prof Bungaran menjelaskan bahwa agribisnis mencakup berbagai aktivitas, mulai dari produksi hingga distribusi hasil pertanian. Ia menyebut bahwa beberapa mantan mahasiswanya telah berhasil membuktikan potensi besar di sektor ini.
“Banyak murid saya yang menanam cabai, bawang, hingga sayur-sayuran, justru memiliki penghasilan lebih besar dibandingkan pegawai negeri,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengaitkan visi hilirisasi yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto dengan potensi pengembangan agribisnis hilir (downstream agribusiness). Menurutnya, hilirisasi akan efektif bila didukung oleh inovasi dan hasil riset berkelanjutan.
SDM Unggul Jadi Kunci Agribisnis Berkelanjutan
Prof Bungaran menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi dalam pengembangan agribisnis modern. Ia mendorong agar pendidikan agribisnis dijadikan gerakan masif, terutama di kalangan anak muda.
“Kalau agribisnis dikembangkan secara serius, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan lagi mimpi,” katanya penuh keyakinan.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis agribisnis harus menjadi perhatian lintas sektor dan dipantau langsung oleh Presiden.
“Agribisnis adalah fondasi strategi reindustrialisasi. Maka, Presiden harus turun langsung memantau, dan melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan,” pungkasnya.
Mengapa Anak Muda Perlu Ambil Bagian?
Di tengah era digital dan urbanisasi, ajakan Prof Bungaran ini menjadi seruan penting agar anak muda tidak melupakan akar kekuatan bangsa, pertanian yang berdaya saing global. Melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi, sektor agribisnis dapat menjadi jalan karier yang menjanjikan sekaligus berdampak sosial tinggi.***