INVERSI.ID – Tren kesehatan generasi muda Indonesia kembali jadi sorotan. Melalui program “Cek Segitiga”, PT Dexa Medica menemukan bahwa banyak anak muda memiliki kadar kolesterol tinggi, tanpa mereka sadari.
Program skrining kesehatan gratis ini digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (13/4), dan berhasil menarik lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan, terutama pengunjung GBK dan masyarakat sekitar.
Jakarta menjadi kota pertama dari rangkaian delapan kota yang akan disambangi program Cek Segitiga sepanjang tahun 2025.
Cek Kolesterol, Tekanan Darah, dan Gula Darah Gratis
Cek Segitiga merupakan program pemeriksaan tiga indikator utama kesehatan yaitu tekanan darah, gula darah, dan kolestero, yang dikombinasikan dengan layanan konsultasi medis gratis. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan dan sejalan dengan program kesehatan nasional Presiden Prabowo.
“Kami hadir di ruang publik bersama mitra rumah sakit, memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat,” kata Presiden Direktur PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, Rabu (16/4).
Menurut Hery, deteksi dini sangat penting karena masih banyak orang, terutama anak muda, yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan kesehatan seperti kolesterol atau tekanan darah tinggi.
Edukasi Kesehatan yang Interaktif dan Seru
Tak hanya menyediakan layanan skrining kesehatan, acara ini juga dikemas interaktif. Pengunjung diajak mengikuti poundfit bareng Stimuno, berpartisipasi dalam games berhadiah, hingga mendapatkan suvenir menarik.
Layanan medis ditangani oleh delapan tenaga kesehatan, termasuk dua dokter dari RS Husada Jakarta. Peserta menjalani tahapan mulai dari registrasi, pemeriksaan, hingga konsultasi secara langsung dan online melalui aplikasi D’Konsul.
Sales Director OGB-Zeta, Jopie Johansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan di GBK ini merupakan titik kedua yang pernah dilakukan di lokasi yang sama.
“Kami menargetkan lebih dari 5.000 peserta tahun ini dari delapan kota di Indonesia. Fokus kami adalah mendampingi masyarakat, terutama generasi muda, dalam deteksi dini penyakit kronis,” jelas Jopie.
Pentingnya Skrining Rutin untuk Anak Muda
Dokter umum dari RS Husada Jakarta, dr. Karissa Anita, menegaskan bahwa penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung kini banyak menyerang usia produktif, terutama yang memiliki riwayat keluarga.
“Skrining rutin jadi langkah awal untuk mencegah komplikasi serius di masa depan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Yudi, mengaku terbantu dengan program ini.
“Biasanya saya jarang banget periksa kesehatan. Tapi hari ini bisa cek kolesterol dan gula darah, ternyata hasilnya normal. Ini sangat membantu, bukan cuma buat saya, tapi juga banyak orang lain,” tuturnya.***