INVERSI.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip politik luar negeri yang menjunjung perdamaian, persahabatan, dan kerja sama global dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis.
Di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks dan tidak menentu, Prabowo menilai setiap negara dituntut untuk mengambil sikap yang tegas namun tetap seimbang demi menjaga stabilitas global.
Kondisi Global dan Pentingnya Perdamaian
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi dunia yang masih dibayangi konflik berkepanjangan serta menurunnya kepercayaan antarnegara dan antarmanusia. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian bukan sekadar idealisme, melainkan fondasi utama bagi kemajuan bersama.
“Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran,” katanya.
Ia menekankan bahwa tanpa stabilitas, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai, baik di tingkat nasional maupun global.
Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia
Prabowo menyampaikan bahwa politik luar negeri Indonesia secara konsisten dijalankan dengan mengedepankan persatuan dan kolaborasi. Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus membangun hubungan yang konstruktif dengan komunitas internasional.
“Itu (perdamaian di RI, red) terjadi karena kami, Indonesia, selalu memilih persatuan dibandingkan perpecahan, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi dan selalu persahabatan dibandingkan permusuhan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian di Indonesia bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari keputusan strategis yang diambil secara sadar dan berkelanjutan oleh bangsa Indonesia.
Peran Indonesia di Mata Dunia
Menurut Prabowo, kredibilitas Indonesia di kancah internasional dibangun dari konsistensi sikap tersebut. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan dunia merupakan aset berharga yang harus terus dijaga, karena jika hilang akan sulit untuk dipulihkan.
Presiden menegaskan prinsip Indonesia untuk menjadi sahabat bagi semua negara tanpa memusuhi siapa pun. Melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang damai, adil, dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengundang para pemimpin dunia untuk melanjutkan dialog dan kerja sama global di Indonesia melalui Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang.
“Saya menantikan kehadiran anda semua di Indonesia, karena pada bulan Juni di Bali kami akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit bersama World Economic Forum,” katanya.