ZAPOPAN – Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan kerasnya persaingan bagi wakil-wakil Asia. Meski peluang lolos ke babak 32 besar belum tertutup, hasil pertandingan terbaru membuat langkah sejumlah tim Asia menjadi semakin terjal.
Sorotan terbesar datang dari kekalahan tipis Korea Selatan saat menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Kamis (18/6). Gol tunggal Luis Romo yang lahir dari kesalahan kiper Kim Seung-gyu membuat Taeguk Warriors takluk 0-1 dan gagal mengamankan tiket lebih cepat ke fase gugur. Kekalahan tersebut sekaligus mengantarkan Meksiko menjadi tim pertama yang memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Korea Selatan karena secara permainan mereka mampu memberikan perlawanan sengit. Namun satu momen blunder di bawah mistar menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung di Guadalajara. Setelah pertandingan, Kim Seung-gyu bahkan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang berujung gol kemenangan Meksiko.
Meski kalah, peluang Korea Selatan belum sepenuhnya tertutup. Tim asuhan Hong Myung-bo masih memiliki kesempatan merebut tiket ke fase berikutnya saat menghadapi Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A. Format baru Piala Dunia yang meloloskan dua tim teratas grup ditambah sejumlah peringkat ketiga terbaik masih membuka ruang bagi wakil Asia tersebut.
Namun bukan hanya Korea Selatan yang menghadapi tekanan. Secara keseluruhan, performa tim-tim Asia pada matchday terbaru belum terlalu meyakinkan. Di Grup B, Qatar justru mengalami kekalahan telak 0-6 dari Kanada, hasil yang membuat posisi mereka semakin sulit dalam perebutan tiket lolos. Sementara di grup lain, sejumlah wakil Asia juga masih harus berjuang keras menghadapi lawan-lawan dari Eropa dan Amerika Selatan yang tampil lebih konsisten.
Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun kuota peserta Asia bertambah dalam format 48 tim, persaingan untuk melangkah jauh di turnamen tetap tidak mudah. Kesalahan kecil, seperti yang dialami Korea Selatan, bisa berakibat sangat mahal ketika berhadapan dengan tim-tim yang lebih berpengalaman di panggung dunia.
Meski demikian, asa Asia belum padam. Korea Selatan masih memiliki nasib di tangan sendiri, sementara beberapa wakil lainnya juga belum kehilangan peluang matematis untuk melaju. Hanya saja, setelah delapan hari pertama turnamen, jalan menuju babak 32 besar kini terlihat jauh lebih menanjak dibandingkan yang dibayangkan sebelumnya.
Piala Dunia 2026 belum memasuki fase penentuan, tetapi pesan yang mulai terlihat jelas adalah bahwa wakil Asia tidak lagi cukup hanya bersaing. Mereka harus tampil nyaris sempurna jika ingin bertahan dalam perlombaan menuju fase gugur.