JOMBANG, INVERSI – Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, akan menggelar rangkaian Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh bangsa yang telah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia.
Diperoleh informasi pada Sabtu (13/12/2025), peringatan haul Gus Dur kali ini akan dirangkaikan dengan penghormatan kepada para masyayikh Ponpes Tebuireng serta berbagai kegiatan keagamaan yang terbuka untuk umum.
Rangkaian kegiatan haul akan dimulai pada Selasa, 16 Desember 2025, dengan acara Ishari di Masjid Ulil Albab yang dimulai pukul 19.00 WIB.
Keesokan harinya, Rabu, 17 Desember 2025, kegiatan dilanjutkan dengan Khotmil Quran di Maqbarah Masyayikh Pesantren Tebuireng mulai pukul 06.30 WIB.
Masjid Pondok Pesantren Tebuireng pada pukul 11.00 WIB juga akan menjadi lokasi Pengajian Alumni dan Launching Kitab Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asyari.
Sementara itu, pembacaan Maulid bersama Jamiyyah Sholawat Seribu Rebana akan digelar pada pukul 18.00-19.30 WIB di halaman pesantren.
Acara puncak haul dijadwalkan berlangsung pada malam harinya, pukul 20.00 WIB di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
Keluarga besar Gus Dur juga akan memperingati Haul ke-16 pada Sabtu, 20 Desember 2025. Acara digelar di kediaman Jalan Warung Silah No 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Haul tahun ini mengangkat tema Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat.
Ketua Pelaksana Haul Gus Dur Alissa Qatrunnada Wahid (Alissa Wahid) mengatakan tema tersebut dipilih sebagai pengingat pentingnya semangat demokrasi yakni dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
“Artinya, rakyat punya martabat, hak, sumber daya pribadi, potensi, dan aspirasi. Dan seharusnya rakyat menjadi tujuan akhir dari sebuah negara bangsa,” ujar Alissa.
Sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam perjalanan demokrasi Indonesia, Gus Dur dikenang bukan hanya sebagai ulama dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, tetapi juga simbol toleransi dan kemanusiaan.