By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Hoaks Cerai Nia-Ardi Laris, Psikolog: “Ini Cermin ‘Schadenfreude’ & Krisis Empati Kita
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hoaks Cerai Nia-Ardi Laris, Psikolog: “Ini Cermin ‘Schadenfreude’ & Krisis Empati Kita

HiburanTerkini

Hoaks Cerai Nia-Ardi Laris, Psikolog: “Ini Cermin ‘Schadenfreude’ & Krisis Empati Kita

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
4 Min Read
Artis Nia Ramadhani dan Adrie Bakrie ketika usai menghadiri acara buka puasa bersama dengan anak yatim piatu di Gedung Md Entertainment, Tanah Abang, Jakarta, di tahun 2012 (Foto, Antara/Teresia May).
SHARE

JAKARTA– Isu gugatan cerai Nia Ramadhani terhadap Ardi Bakrie kembali meledak di jagat maya, dan seperti sebuah deja vu, kabar itu terbukti 100% hoaks. Namun, yang lebih menarik dari sekadar bantahan adalah pertanyaan besarnya: Mengapa publik seolah begitu ‘menikmati’ dan ‘berharap’ kabar buruk ini nyata?

Untuk kedua kalinya dalam beberapa tahun, pola yang sama terulang. Sebuah rumor tanpa dasar muncul, menyebar secepat kilat, memicu ribuan komentar, lalu dibantah mentah-mentah oleh pihak keluarga dan lembaga resmi. Theresa Wienathan, asisten Nia, menyebutnya “berita paling ngaco”, sementara PA Jakarta Selatan mengonfirmasi tidak ada berkas gugatan yang masuk.

Meski faktanya jelas, gelombang reaksi netizen menunjukkan fenomena yang lebih dalam dari sekadar gosip. Ini adalah cermin dari kebutuhan kolektif akan drama dan validasi atas penderitaan.

Untuk membedah fenomena ini, inversi.id berbicara dengan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog. Menurutnya, ketertarikan publik pada isu negatif figur publik seperti Nia dan Ardi berakar pada konsep psikologis yang disebut, “schadenfreude”.

“Schadenfreude adalah istilah Jerman untuk perasaan senang atau puas yang muncul saat melihat kemalangan orang lain,” jelas Ikhsan. “Ketika figur publik yang hidupnya terlihat ‘sempurna’—kaya, terkenal, harmonis—tertimpa masalah, sebagian orang merasa terhibur. Ini bukan karena mereka jahat, tapi ini bisa menjadi mekanisme pertahanan ego.”

Ikhsan menambahkan, kehidupan Nia dan Ardi yang sering ditampilkan sebagai “relationshipgoals” dengan kemewahan tanpa batas menciptakan jarak psikologis dengan masyarakat umum. “Ketika ada kabar retak, jarak itu seolah menipis. Muncul pemikiran, ‘Oh, ternyata hidup mereka tidak sempurna’, atau ‘Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan’. Ini memberikan validasi dan sedikit kelegaan bagi mereka yang merasa hidupnya penuh perjuangan,” paparnya,Rabu (4/1/2026)

Selain dari sisi psikologi audiens, pola hoaks yang terus berulang ini juga patut dicurigai sebagai strategi yang disengaja. Pradna Paramita, seorang Pakar Komunikasi Digital yang juga psikolog asal Universitas Indonesia, melihat ini sebagai ciri khas ekonomi digital berbasis perhatian (attention economy).

“Dalam lanskap media saat ini, klik adalah mata uang. Judul yang mengandung nama besar seperti ‘Nia Ramadhani’, ‘Ardi Bakrie’, ditambah kata kunci ‘cerai’ adalah formula pasti untuk viral,” ujar Pradna

Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja menciptakan dan mendaur ulang narasi ini untuk mendulang trafik. “Mereka tidak peduli pada kebenaran, yang penting adalah sensasi. Pola ini akan terus ada selama audiens masih ‘lapar’ akan konten semacam ini. Semakin banyak yang mengklik dan berkomentar, semakin sering hoaks serupa akan diproduksi,” tegasnya.

Baca Juga :

Kemenhut Identifikasi 12 Perusahaan yang Diduga Berkontribusi Memicu Banjir Sumatera
Rekam Jejak Meli Joker, Selebgram Jaksel hingga Seniman

Pada akhirnya, kasus Nia dan Ardi bukan lagi sekadar berita selebriti. Ini adalah studi kasus tentang kondisi masyarakat digital kita. Mulai dari krisis empati, yakni kemudahan berkomentar sinis di balik anonimitas telah mengikis empati. Kehidupan pribadi orang lain dianggap sebagai serial drama yang bebas dihakimi.

Lalu, literasi digital yang rendah, dengan banyak yang masih menelan informasi mentah-mentah tanpa verifikasi, menjadikan mereka target empuk penyebar hoaks. Dan, kebutuhan validasi, yakni d tengah tekanan sosial dan ekonomi, melihat ‘orang atas’ jatuh memberikan kepuasan sesaat yang adiktif.

Kabar perceraian Nia dan Ardi memang tidak benar. Namun, reaksi liar yang ditimbulkannya menunjukkan sebuah kebenaran yang pahit tentang kita semua. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang menyebar hoaks, tapi mengapa kita begitu mudah memercayai dan bahkan menikmatinya?

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
TAGGED:Ardi BakrieIkhsan Bella PersadaNia ParamithaPradna ParamitaschadenfreudeTheresa Wienathan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber : menkeuri instagram) Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Next Article Presiden Timor Leste Undang Megawati Berkunjung ke Dili
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index