By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Ekonomi

Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Adrian
By
Adrian
5 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber : menkeuri instagram)
Foto : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber : menkeuri instagram)
SHARE

Inversi Indonesia tengah menapaki babak baru dalam arah kebijakan fiskal nasional. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan pernyataan optimistis mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mampu menyentuh angka 6 hingga 7 persen mulai tahun anggaran ini.

Contents
Evaluasi Mesin Pertumbuhan Dua Dekade TerakhirPengelolaan Likuiditas sebagai Instrumen UtamaDaya Tarik Investasi Asing (FDI) dan Kedaulatan EkonomiHarapan dan Tantangan Ke Depan

Dalam forum bergengsi Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (03/02/2026), Purbaya menegaskan kesiapannya untuk melakukan akselerasi pertumbuhan melalui pengelolaan likuiditas yang lebih agresif dan efektif.

Pernyataan ini mencuri perhatian publik bukan hanya karena target angkanya yang ambisius, melainkan juga karena keberanian Purbaya dalam membandingkan arah kebijakannya dengan pendahulunya.

Dengan nada percaya diri, ia menyatakan bahwa ketersediaan likuiditas saat ini berada dalam posisi yang sangat mencukupi untuk membiayai berbagai sektor penggerak ekonomi nasional.

Evaluasi Mesin Pertumbuhan Dua Dekade Terakhir

Dalam paparannya di hadapan para pakar ekonomi dan investor, Purbaya melakukan bedah teoretis terhadap pola pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kurang lebih 20 tahun terakhir. Menurut analisisnya, mesin pertumbuhan ekonomi nasional selama ini tidak bekerja secara optimal karena terjadi ketimpangan peran antara sektor publik dan sektor swasta.

Ia memberikan komparasi historis yang tajam. Pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pertumbuhan ekonomi dinilai lebih banyak digerakkan oleh dinamika sektor swasta, namun di sisi lain, belanja pemerintah cenderung minim atau tidak terserap secara maksimal untuk stimulus ekonomi.

Sebaliknya, pada era Presiden Joko Widodo, mesin penggerak utama beralih secara drastis pada belanja pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang masif, namun peran investasi swasta dianggap belum memberikan kontribusi yang seimbang.

“Selama dua dekade, pertumbuhan kita berjalan timpang. Satu sisi bekerja, sisi lain tidak. Jika kita mampu menyinkronkan kedua mesin ini secara bersamaan belanja pemerintah yang tepat sasaran dan partisipasi swasta yang aktif maka mencapai pertumbuhan di atas 6 persen bukanlah hal yang sulit,” jelas Purbaya.

Pengelolaan Likuiditas sebagai Instrumen Utama

Faktor pembeda utama yang ditegaskan oleh Purbaya adalah strategi pengelolaan keuangan negara atau fiskal yang ia klaim lebih adaptif. Ia meyakini bahwa bendahara negara saat ini memiliki kendali likuiditas yang lebih kuat untuk mendorong roda ekonomi.

Baca Juga :

Momen Pertemuan Prabowo Bersama Erick Thohir, Ganjar Pranowo dan Gibran di Adi Soemarmo
Usai Digempur Habis Uzbekistan, Ini Cara Timnas U-23 Lolos ke Olimpiade

Kepercayaan diri ini didasarkan pada posisi kas negara dan instrumen kebijakan yang menurutnya lebih efektif dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Saya memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendorong ekonomi tumbuh pada kisaran 6 persen hingga 7 persen. Saya berani menyatakan ini karena strategi yang kami terapkan sekarang lebih fokus pada efektivitas belanja yang langsung menyentuh sektor produktif,” tambahnya.

Purbaya secara implisit memberikan catatan pada era kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati, dengan menyatakan bahwa pendekatan fiskal saat ini dirancang untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudence).

Baginya, transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan adalah momentum untuk mengubah gaya pengelolaan dari yang bersifat konservatif menjadi lebih ekspansif namun terukur.

Daya Tarik Investasi Asing (FDI) dan Kedaulatan Ekonomi

Salah satu poin krusial dalam visi ekonomi Purbaya adalah mengenai posisi tawar Indonesia terhadap investor asing. Ia memiliki filosofi yang cukup unik dalam menarik Foreign Direct Investment (FDI).

Alih-alih melakukan diplomasi luar negeri secara agresif untuk memohon investasi masuk, ia lebih memilih untuk memperkuat “rumah tangga” ekonomi domestik terlebih dahulu.

Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 6-7 persen akan menjadi magnet alami bagi modal asing. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengejar investor saat kondisi ekonomi dalam keadaan lesu.

“Saat ekonomi kita tumbuh tinggi dan fundamentalnya sehat, para investor asing akan datang dengan sendirinya tanpa perlu kita memohon. Itu jauh lebih mudah. Kondisi ekonomi yang baik adalah daya tawar tertinggi kita di mata dunia,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Strategi ini menunjukkan keinginan pemerintah untuk membangun kedaulatan ekonomi di mana Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dalam negosiasi internasional.

Harapan dan Tantangan Ke Depan

Target pertumbuhan 7 persen tentu bukan tanpa tantangan. Realitas ekonomi global yang dinamis serta tantangan geopolitik menuntut eksekusi kebijakan yang tanpa celah.

Namun, dengan sinkronisasi antara belanja infrastruktur pemerintah dan gairah sektor swasta, Purbaya Yudhi Sadewa yakin Indonesia tengah berada di jalur yang benar untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Keyakinan Menteri Keuangan ini diharapkan mampu menularkan sentimen positif kepada para pelaku usaha di dalam negeri. Jika akselerasi likuiditas benar-benar dapat dikonversi menjadi aktivitas ekonomi produktif, maka visi Indonesia Emas melalui pertumbuhan tinggi bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:EkonomiMengejarPersenPertumbuhanPertumbuhan EkonomiPurbayaPurbaya Yudhi SadewaStrategi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah (Sumber : wikipedia.org) Wabup Intan Nurul Hikmah Tekankan Sinergi Lintas Sektor Guna Tangkal Radikalisme
Next Article Hoaks Cerai Nia-Ardi Laris, Psikolog: “Ini Cermin ‘Schadenfreude’ & Krisis Empati Kita
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index