INVERSI.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 2026 fokus pada penguatan peran strategis sebagai ibu kota politik.
“Tahun ini titik awal pembangunan kompleks lembaga negara di luar eksekutif,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin, saat ditanya mengenai kelanjutan pembangunan IKN pada 2026.
“Kompleks lembaga negara yang dibangun tahun ini dari sektor legislatif dan yudikatif, termasuk DPR/MPR, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi,” tambahnya.
Merujuk Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, pembangunan IKN pada 2026 bergeser dari infrastruktur dasar menuju penguatan peran strategis sebagai Ibu Kota Politik sekaligus menjadi pusat inovasi digital nasional.
Basuki menegaskan, IKN siap bertransformasi menjadi kota yang menjalankan fungsi pemerintahan sekaligus menunjang kehidupan urban, seiring dimulainya tahap II pembangunan IKN.
Dukungan finansial terhadap pembangunan IKN 2026 tercatat signifikan, yakni investasi swasta murni sebesar Rp66,5 triliun dan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp158,73 triliun.
Selain itu, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 diproyeksikan tetap konsisten menjadi stimulan utama pembangunan infrastruktur.
Pembangunan terbagi dalam 28 paket kerja sama, terdiri dari 15 paket fisik dan 13 paket non-fisik. Gedung DPR/MPR RI kini memasuki tahap pematangan lahan dan konstruksi struktur utama.
Sementara itu, kompleks Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi dirancang dengan konsep bangunan pintar (smart building) yang terintegrasi dengan Istana Wakil Presiden.
“Kemajuan pembangunan Istana Wakil Presiden mencapai 96,28 persen, target beroperasi penuh kuartal pertama 2026,” kata Basuki.
Pembangunan hunian TNI/Polri telah mencapai 93,53 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada pertengahan 2026. Selain itu, 15 paket pekerjaan fisik rumah susun aparatur sipil negara (ASN) tahap dua juga mulai dikerjakan, demikian penjelasan Basuki Hadimuljono.