Inversi. Masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya dipengaruhi, tetapi kini didominasi oleh Generasi Z dan Milenial. Dengan komposisi populasi yang mencapai hampir 60%, CORE Indonesia melalui Youth Economic Summit (YES) 2025 menegaskan bahwa generasi ini harus bertransisi dari sekadar objek kebijakan ekonomi menjadi subjek utama perubahan.
Melalui tema “Sustain, Scale, Succed,” YES 2025 menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan digital mindset, literasi keuangan, dan agenda ekonomi hijau ke dalam pola pikir para penggerak ekonomi baru Indonesia.
Diskursus ekonomi sering kali diselimuti oleh bahasa yang elit dan terkesan jauh dari kepentingan kaum muda. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan realitas yang tak terbantahkan: Gen Z (27%) dan Milenial (25%) adalah kelompok demografi terbesar. Dampak dari setiap kebijakan ekonomi, pada akhirnya, paling banyak dirasakan oleh mereka.
Direktur CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menekankan pentingnya mendemokratisasi isu ekonomi. “Setiap kali ada kebijakan ekonomi, yang paling banyak dampaknya adalah anak muda. Itulah pentingnya perlu melibatkan anak-anak muda dari isu ekonomi.”
“Jadi tidak isu elitis yang dimengerti kalangan tua dan kolonial,” kata Faisal saat membuka acara YES 2025. Pernyataan ini mendorong transformasi narasi ekonomi agar lebih inklusif dan relevan bagi kehidupan sehari-hari kaum muda.
Pilar Ekonomi Baru: Sustain, Scale, Succed
YES 2025 dirancang bukan sekadar forum dialog, melainkan pendorong inisiatif konkret (action-oriented). Tema The New Economy Generation: Sustain, Scale, Succed adalah sebuah kerangka kerja yang menargetkan penciptaan pendekatan ekonomi baru, di mana:
- Sustain (Keberlanjutan): Fokus pada isu-isu ekonomi hijau, seperti penanganan limbah, emisi gas rumah kaca, dan bisnis yang ramah lingkungan.
- Scale (Skalabilitas): Mendorong ide dan usaha anak muda agar tidak hanya berjalan di skala mikro, tetapi mampu tumbuh besar dan menciptakan lapangan kerja.
- Succed (Keberhasilan): Mendefinisikan keberhasilan tidak hanya dalam keuntungan finansial, tetapi juga dalam dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.
Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com, menambahkan bahwa Gen Z dan Milenial adalah agen transformasi alamikarena mereka lahir dan besar dalam perkembangan digitalisasi. Kemampuan digital mindset mereka adalah modal dasar untuk memecahkan masalah ekonomi yang semakin kompleks.
Memperkuat Kapasitas: Literasi sebagai Fondasi
Untuk memperkuat peran Gen Z dan Milenial sebagai subjek ekonomi, YES 2025 menghadirkan program Youth Empowerment Talk (YET) yang berfokus pada tiga pilar utama pembangunan kapasitas:
- Literasi Keuangan: Memastikan anak muda mampu mengelola aset, memahami risiko, dan merencanakan masa depan finansial secara mandiri.
- Investasi: Mendorong partisipasi aktif di pasar modal dan instrumen investasi lain, mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi investor.
- Kewirausahaan: Menginkubasi ide bisnis baru yang adaptif terhadap digitalisasi dan berorientasi pada solusi berkelanjutan.
Program YET ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa partisipasi kaum muda dalam ekonomi tidak hanya berdasarkan semangat, tetapi juga ditopang oleh pengetahuan dan keterampilan teknis yang solid.
Masukan dan Arahan Penting bagi Generasi Muda
Youth Economic Summit 2025 adalah seruan untuk bertindak. Berikut adalah pesan dan arahan penting bagi Milenial dan Gen Z untuk mengemban peran sebagai The New Economy Generation:
- Ambil Kepemilikan Isu Ekonomi: Sadari bahwa isu inflasi, penciptaan lapangan kerja, dan ekonomi hijau adalah isu pribadi Anda. Jangan menunggu generasi tua membahasnya; aktifkan diri Anda dalam forum, buat contentedukatif, dan dorong kebijakan yang pro-kaum muda.
- Tiga Pilar Wajib Dikuasai (3L): Literasi Finansial, Literasi Digital, dan Literasi Lingkungan: Di era ekonomi baru, ketiga literasi ini tak terpisahkan. Anda harus mampu mengelola uang Anda, menguasai teknologi, dan memastikan bisnis/karier Anda ramah lingkungan (sustainable).
- Transisi dari Digital Consumer menjadi Digital Creator: Gunakan digital mindset Anda untuk menciptakan nilai ekonomi. Fokus pada penciptaan lapangan kerja di sektor digital, bukan hanya menjadi konsumen produk digital luar negeri.
- Inisiasi Action Berbasis Solusi (Scale dan Sustain): Jangan hanya berhenti pada kritik masalah persampahan atau emisi; ciptakan solusi bisnis riil. Gunakan kerangka Sustain, Scale, Succed untuk memastikan startup Anda tidak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
- Jadilah Investor Awal: Alokasikan sebagian pendapatan Anda untuk investasi sejak dini. Partisipasi Anda di pasar modal adalah bentuk paling mendasar dari kontribusi pada perekonomian nasional dan menjamin stabilitas finansial pribadi Anda di masa depan.